Monday, November 15, 2010

Asuransi yang paling bagus

♥ Asuransi Terbaik di Dunia ♥


Anda bingung menentukan asuransi mana yg ingin dibeli?

Saya ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yg pasti tidak mengecewakan.

Berikut fiturnya:
PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:

☑ Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yg tunggal, supaya setiap orang yg percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yg kekal. (Yoh 3:16)

☑ Kesehatan
Dia yg mengampuni segala kesalahanmu,
yg menyembuhkan segala penyakitmu. (Maz 103:3)

☑ Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan & kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Fil 4:19)

☑ Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,
& apa yg Kuberikan tidak seperti yg diberikan oleh dunia kepadamu.
Janganlah gelisah & gentar hatimu. (Yoh 14:27)

☑ Rumah yg Abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.
Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yoh 14:2)

ALASAN IKUT ASURANSI INI:
1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yg mengasuransikan berbagai kehilangan dlm api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yg mencakup area yg kekekalan.
4. Kebijakannya tak pernah berubah.
5. Manajemennya tak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak u/ dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yg membayarkan premi anda.

PREMI
✔ Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Rom 5:8)
✔ Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan
hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Ef 2:8)
✔ Sebab kamu telah dibeli & harganya telah lunas dibayar: Kǝrεnǝ itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (IKor 6:20)

PROSEDUR APLIKASI
Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus & engkau akan selamat!! (Kis 16:31)

Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS
"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"
www.fellowshipofbikers.org
fellowship-of-bikers@googlegroups.com


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Monday, October 25, 2010

Renungan harian online - Menanggapi Firman Tuhan dengan Sepenuhnya


renungan harian online


Menanggapi Firman Tuhan dengan Sepenuhnya

Posted: 23 Oct 2010 08:00 AM PDT

Ayat bacaan: Yohanes 1:12
=========================
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya"

menanggapi firman TuhanSulitkah mengajar anak yang bandel? Tanyakan kepada sepupu saya, maka ia akan langsung bercerita panjang lebar bagaimana lelahnya dia setiap hari mengasuh anaknya. Ketiganya masih balita dengan kenakalan yang kurang lebih sama. Mereka akan berlari kesana kemari. Meleng sedikit saja sesuatu bisa terjadi pada mereka. Kemarin ketika kami makan siang bersama, ketiga anaknya saling berebutan sendok dan garpu lalu melemparkannya ke segala arah. Lalu salah satu terjatuh dan langsung menangis keras. Sepupu saya pun menghampiri anaknya dan berkata, "itulah, siapa suruh bandel? Lain kali dengar kata-kata mama supaya kamu tidak jatuh dan sakit.." Semua orang tua akan senang sekali jika anak-anak mereka mau mendengarkan nasihat mereka. Masalahnya, sebagai anak kita sebenarnya mendengar, namun hanya sedikit yang patuh dan mau menurutinya. Telinga kita mendengar, namun sikap, tindakan dan perbuatan kita sama sekali tidak mencerminkan apa yang kita dengar. Dan akibatnya, ada banyak kerugian yang akan kita alami berawal dari ketidak-acuhan kita terhadap petuah atau nasihat orang tua.

Jika terhadap orang tua kita di dunia kita berbuat demikian, terhadap Bapa pun kita bisa melakukan hal yang sama. Sebagian besar dari kita mungkin sudah sering mendengarkan Firman Tuhan, tetapi apakah kita sudah menanggapi, mentaati dan menghidupinya? Sebagian orang akan terus melakukan hal-hal yang menyenangkan dirinya tanpa mempedulikan apa kata Tuhan mengenai apa yang diperbuatnya. Mendengar Firman cukup lewat kotbah, cukup hari Minggu saja, dan setelah itu mereka akan kembali pada kehidupan duniawinya. Injil bukan lagi hal yang asing bagi kita, tetapi sudahkah kita menangkap esensi dasar dari kebenaran yang terkandung di dalamNya? Sudahkah kita memperhatikan dengan seksama bagaimana kehidupan kita dan menjaganya agar berita luar biasa tentang keselamatan lewat Kristus yang diberitakan lewat Injil tidak sampai luput dari kita?

Injil secara fisik mungkin hanya terlihat sebagai sekumpulan tulisan saja. Namun sebenarnya Injil mengandung kebenaran yang mampu menembus hati, yang berasal dari kalimat-kalimat Allah sendiri. Lihatlah gambaran siapa sesungguhnya diri kita, manusia. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23). Ini kondisi yang memperihatinkan. Kita digambarkan sebagai orang-orang berdosa, yang dengan sendirinya membuat kita kehilangan kemuliaan Allah. Semua manusia gagal mencapai standar kebenaran yang sempurna dari Tuhan. Ganjaran dari ini semua jelas, kita seharusnya binasa dengan mengenaskan. Tapi lihatlah bagaimana Tuhan mengasihi kita. Meski semuanya salah kita, Tuhan tidak menginginkan kita berakhir seperti itu. Lalu Injil mengatakan "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16). Atau lihat pula Firman Tuhan lewat Petrus: "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh." (1 Petrus 3:18). Kasih yang begitu besar sanggup menggerakkan Tuhan untuk menebus kita, bahkan dengan mengorbankan AnakNya yang tunggal sekalipun. "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." (1 Petrus 1:18-19).

Cerita keselamatan ini bukan lagi hal yang baru bagi kita. Tetapi tentu tidak cukup jika kita hanya mengetahui karya Tuhan yang agung kini tanpa mau mulai berbuat sesuatu untuk menanggapi dan melakukannya secara pribadi, yang berasal dari keputusan kita sendiri. Alkitab berkata: "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." (Yohanes 1:12). Apa yang diberikan Tuhan ini adalah sebuah kasih karunia yang begitu luar biasa besarnya. Dari orang berdosa, yang gagal mencapai standar kelayakan bagi Tuhan, ternyata kita malah diberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita. Tidakkah itu seharusnya mampu menggerakkan hati kita untuk bersyukur dan memutuskan untuk menghargai segala kebaikan Tuhan yang luar biasa itu sepenuhnya?

Firman Tuhan juga berkata "Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup." (1 Yohanes 5:12). Ini sebuah jaminan yang diberikan Tuhan kepada kita lewat Kristus. Dengan menerima Kristus, Dia dengan sendirinya telah masuk ke dalam hidup kita, dan dengan demikian kita pun dianugerahkan hidup yang kekal. "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." (Yohanes 14:6-7). Hanya lewat Kristus kita bisa datang kepada Bapa. Hanya lewat Dia kita memperoleh jalan dan kebenaran dan hidup. Hanya lewat Dia kita diselamatkan, dan hanya lewat Dia pula kita bisa mengenal Bapa, bahkan dikatakan telah melihatNya. Sebuah anugerah yang sungguh besar yang alangkah keterlaluan jika kita sia-siakan.

Sudahkah kita menanggapi dengan benar dari apa yang diberikan Tuhan kepada kita? Lewat Kristus kita memperoleh keselamatan kekal dan diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Sudahkah kita benar-benar menyadari hal itu? Sudahkah kita menanggapi terang rohani yang telah diberikan Allah kepada kita, dan sudahkah kita menyalurkan terang itu kepada orang-orang di sekitar kita seperti apa yang diperintahkan Tuhan? Mendengar Firman Tuhan itu baik, tetapi alangkah sia-sianya apabila kita tidak menghidupinya. Jangan-jangan kita masih menjadi pendengar yang baik, namun perilaku, tindakan, pikiran dan perbuatan kita sama sekali tidak mencerminkan apa yang telah kita dengar. "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri." (Yakobus 1:22). Patuh terhadap nasihat orang tua merupakan sebuah keharusan demi kebaikan kita sendiri, patuh terhadap Tuhan tentu jauh lebih penting lagi. Hari ini mari kita sama-sama hidup dengan kebenaran firman Tuhan, menjadi pelaku-pelaku firman, menyesuaikan perilaku kita dengan apa yang kita baca atau dengar dari semua tulisan yang diilhamkan Tuhan sendiri yang tercatat dalam Alkitab. Hiduplah sebagai anak-anak Terang, berfungsilah sebagai terang dan garam dunia, dan tetaplah hidup dengan iman teguh akan Yesus,Tuhan dan Juru Selamat kita. Jangan biarkan anugerah luar biasa besar ini menguap sia-sia akibat kebandelan kita.

Lewat Kristus kita memperoleh keselamatan kekal dan diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah
You are subscribed to email updates from renungan harian online
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.
Email delivery powered by Google
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610

Friday, October 8, 2010

Renungan harian online

"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"
www.fellowshipofbikers.org
fellowship-of-bikers@googlegroups.com


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: renungan harian online <secretmindnet@yahoo.com>
Sender: noreply+feedproxy@google.com
Date: Fri, 08 Oct 2010 00:37:37 +0000
To: <michaelsahertian@gmail.com>
Subject: renungan harian online

renungan harian online


Curhat

Posted: 07 Oct 2010 08:00 AM PDT

Ayat bacaan: Mazmur 142:3
=====================
"Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya."

curhatApakah anda termasuk orang yang hobi curhat? Jika ya, anda termasuk salah satu dari banyak orang yang tidak suka memendam masalah di dalam hati. Saya pun termasuk orang yang demikian. Ketika ada masalah yang mengganggu pikiran, maka sayapun akan segera membicarakannya dengan orang-orang terdekat, seperti kepada istri saya misalnya, atau sahabat yang bisa saya percaya. Setelah dibicarakan, ada solusi atau tidak biasanya hati akan terasa lebih lapang. Psikolog pun menggunakan cara seperti ini untuk membantu orang-orang yang mengalami gangguan pikiran atau perasaan. Curahan hati dan perasaan biasanya tidak kita tumpahkan kepada semua orang, karena biasanya menyangkut masalah pribadi. Cukuplah orang-orang yang kita percaya dan kenal sangat dekat saja yang mendengar. Jika kita sembarangan bercerita, bukan saja respon yang datang malah bisa melemahkan, atau bisa pula semua yang kita ceritakan akan disebarkan kemana-mana. Bukannya melegakan malah menambah masalah. Kepada orang terdekat pun sebenarnya curhat tidaklah 100% efektif. Bisa jadi mereka tengah sibuk, pikirannya sedang fokus kepada hal lain, atau mereka sedang kecapaian dan sedang tidak mood untuk mendengar keluh kesah kita. Bagaimana pula dengan orang yang tidak mempunyai sahabat dekat? Apakah tidak ada satupun lagi yang bisa diharapkan untuk mendengar keluh kesah kita?

Tentu saja ada. Jangan lupa bahwa kita punya Tuhan yang sangat mengasihi kita dan sangat setia akan kasihNya. Kepada Tuhan kita bisa dengan aman menceritakan segalanya, yang paling rahasia sekalipun tanpa harus takut dipermalukan. Selain itu, Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk kita. Dia tidak akan pernah menolak, Dia tidak akan memojokkan kita. Dia tidak membatasi tema atau latar belakang permasalahan yang kita alami yang ingin kita utarakan kepadaNya. Tidak itu saja, Tuhan pun pasti punya solusi atas masalah apapun yang kita alami, bahkan sudah berjanji untuk memberikan kelegaan kepada setiap kita yang berbeban berat. (Matius 11:28).

Daud tahu betul bahwa ia punya Tuhan yang akan dengan senang hati menampung segala keluh kesahnya. "Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya." (Mazmur 142:3). Ini ia katakan ketika ia sedang berada dalam pengejaran dan tengah bersembunyi di dalam gua. Dalam keadaan kalut seperti itu, Daud tentu tidak memiliki siapa-siapa untuk diajak bicara atau dimintai pertolongan. Tapi Daud tahu bahwa ia punya Tuhan yang selalu ada bersamanya. Bagi Daud demikian, bagi kita pun tentu sama. Kita bisa datang kapanpun kepada Tuhan untuk menyampaikan keluh kesah kita tentang apapun. Masalah mungkin tidak langsung selesai saat itu juga, tetapi bukankah rasanya sangat melegakan memiliki Sosok yang sangat bisa dipercaya, punya kuasa mengatasi apapun, dan yang selalu siap menampung ungkapan hati kita kapan saja dan dimana saja?

Seperti halnya kepada sahabat kita, membangun kedekatan dengan Tuhan merupakan satu faktor mutlak yang akan membuat kita selalu ingat untuk datang kepada Tuhan ketika kita menghadapi persoalan apapun. Daud kita kenal sebagai orang yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Tuhan sejak kecil. Saya yakin sejak kecil ia sudah mempercayakan Tuhan sebagai Sosok terdekat untuk diajak curhat mengenai apapun. Dan Daud pun telah merasakan segala manfaatnya secara langsung. Karena itulah ia bisa berkata "Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku." (Mazmur 62:2). Berbagai pengalaman pribadinya dalam hal berbagi dengan Tuhan jelas banyak, dan kita bisa melihat semua itu dalam Alkitab. Bukan hanya Daud saja, tetapi banyak tokoh-tokoh lain dalam Alkitab pun mengalami hal itu, bahkan ada banyak orang dari masa ke masa hingga hari ini sekalipun memiliki kesaksian mereka tersendiri mengenai hal ini. Pemazmur mengatakan: "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2). Sejak jaman dulu kepedulian Tuhan sudah sangat terbukti, hingga hari ini pun kita masih terus melihat buktinya lewat banyak kesaksian orang lain atau kesaksian kita sendiri.

Tuhan tahu bahwa curhat merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Dia tidak pernah terlalu sibuk atau malas untuk mendengarkan suara anak-anakNya. Dia adalah Bapa yang setia, Bapa yang baik, Bapa yang penuh kasih yang selalu ada bersama kita dalam setiap saat. Ada kalanya kita tidak bisa berkata apa-apa akibat beratnya beban yang menimpa kita, dan Tuhan pun tahu bahwa keadaan seperti ini bisa menimpa kita kapan saja. Dan lihatlah bagaimana kepedulian Tuhan akan hal ini. Ada Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita yang akan sangat membantu ketika kita berada dalam situasi seperti itu. "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." (Roma 8:26). Baik secara langsung maupun lewat Roh, Tuhan akan selalu siap mendengarkan kita, memberi kelegaan bahkan jawaban atau solusi atas masalah seberat apapun.

Apapun masalah yang menimpa anda, ingatlah bahwa ada Tuhan yang selalu menyediakan diriNya sebagai tempat kita menumpahkan curahan hati kita. Tuhan bisa kita percaya dan tidak akan pernah gagal untuk diandalkan. Dia siap mendengarkan anda hari ini. Maukah anda datang kepadaNya dan menceritakan apa yang anda alami hari ini?

Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya berbeban berat sendirian

Monday, October 4, 2010

Renungan harian online

Tetap Berbuah

Posted: 03 Oct 2010 08:00 AM PDT
Ayat bacaan: Mazmur 92:15 ===================== "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar"

Sebuah pohon mangga yang sudah tua tumbuh tidak jauh dari tempat saya mengajar. Meski sudah tua tapi pohon itu masih menghasilkan buah yang besar-besar. Jumlah buah yang dihasilkan pun terlihat tidak sedikit. Pohon mangga itu mengingatkan saya pada usia produktif manusia. Berapa lama sebenarnya kita berada dalam batasan usia yang dianggap produktif? Jika melihat lowongan pekerjaan di koran batasan usia akan terlihat menjadi semakin singkat. Jika anda berusia 35 tahun saja, itu artinya lowongan pekerjaan yang masih memungkinkan bagi anda sudah berkurang jauh. Malah tidak jarang saya melihat batasan usia yang lebih ketat lagi, maksimal 30 tahun. Kita tidak bisa menghentikan waktu. Waktu akan terus berjalan dan sehubungan dengan itu kita pun akan terus semakin tua. Saat ini saya hampir memasuki dasawarsa ke empat dari usia saya. Tapi apakah itu artinya saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi? Dunia mungkin memberi batas untuk kita, tetapi tidak bagi Tuhan. Berapapun umur kita, Tuhan tetap menjanjikan kasih dan kesempatan untuk terus berbuah. Tuhan akan tetap bisa memakai anda secara luar biasa tanpa melihat berapapun umur anda sekarang. Pemazmur menulis seperti ini: "Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita." (Mazmur 92:13-14). Itu janji Tuhan terhadap orang-orang benar. Mereka yang tertanam dan berakar dalam Tuhan akan tetap bertunas dan tumbuh subur. Sampai kapan? Adakah batas usia untuk kita bertunas dan bertumbuh? Alkitab berkata tidak ada. Lihat ayat selanjutnya, "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar" (ay 15) Hingga masa tua sekalipun, kata firman Tuhan orang-orang benar ini akan terus bertumbuh subur, malah dikatakan masih berbuah, bertambah gemuk dan segar. Masuk akalkah hal ini? Tenaga manusia memang akan menurun. Kemampuan secara umum akan menurun. Kita memang tidak bisa melawan hukum alam mengenai kondisi fisik manusia sejalan dengan usia. Namun itu bukan berarti kita harus pula berhenti berbuah. Bagaimana bisa? Ayat berikut menjelaskan bagaimana itu bisa dimungkinkan. "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu." (Yesaya 46:4). Kekuatan kita terbatas dan akan menurun, tetapi kekuatan Tuhan tidak akan pernah berkurang. Dan Tuhan menyatakan siap menggendong dan memikul serta menyelamatkan kita sampai seluruh rambut kita putih sekalipun. Ini janji Tuhan. Artinya jelas, Tuhan tetap memiliki rencana bahkan ketika kita sudah tua dan lemah, Tuhan tetap mau pakai kita tanpa melihat umur dan kemampuan kita. Dalam Alkitab kita bisa melihat banyak contoh mengenai orang yang dipakai hingga tua, malah ada pula yang dipakai justru setelah tua. Abraham misalnya. Ia menerima semua janji Tuhan di usia senja, dimana bagi dunia ia mungkin tidak lagi berarti apa-apa. Tapi Alkitab mencatat dengan jelas: "Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal." (Kejadian 24:1). Dan pada kondisi Abraham yang telah tua inilah ia menerima janji akan keturunan. Kapan ia menuai janji itu? Beberapa puluh tahun kemudian, di usia yang sudah sangat lanjut. Nuh juga dipakai pada usia lanjutnya. Dia bahkan harus bekerja keras membangun bahtera. Mengeluhkah Nuh? Sama sekali tidak. Ia setia dan terus melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Membangun kapal besar, mengumpulkan seluruh hewan sepasang-sepasang. Itu sama sekali tidak gampang, apalagi harus dilakukan ketika secara fisik kondisi tubuh sudah sangat menurun. Kita yang muda saja rasanya tidak sanggup, tapi Nuh bisa. Dan itu karena Allah yang setia tetap berada besertanya, menggendongnya dan memikulnya, sehingga ia sanggup melakukan hal yang bagi dunia akan terlihat sangat mustahil. Kaleb pun sama. Lihat apa katanya ketika ia hendak menuai janji Tuhan. "Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk." (Yosua 14:10-11). Bagaimana orang berusia 85 tahun masih sanggup berkata seperti itu, siap untuk berperang? Dari ketiga tokoh ini kita bisa melihat betapa luar biasanya ketika kita menjadi orang benar yang tertanam di pelataran Allah. Tidak ada kata layu, tidak ada kata habis, malah semakin gemuk dan segar menghasilkan buah-buah yang matang. Mengapa Tuhan harus memakai orang-orang tua

"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tuesday, September 28, 2010

RE: [FOB] Fw: renungan harian online

 

Terima kasih infonya Bung Mike, GBU


From: fellowship-of-bikers@googlegroups.com [mailto:fellowship-of-bikers@googlegroups.com] On Behalf Of michaelsahertian@gmail.com
Sent: Tuesday, September 28, 2010 8:27 AM
To: Milis FOB; Blog GW; Blogger FoB
Subject: [FOB] Fw: renungan harian online

 

Renungan yang bagus untuk kita semua

"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: renungan harian online <secretmindnet@yahoo.com>

Sender: noreply+feedproxy@google.com

Date: Tue, 28 Sep 2010 01:02:35 +0000

To: <michaelsahertian@gmail.com>

Subject: renungan harian online

 

renungan harian online

 


Ibu Pengemis dan Anak Bayinya

Posted: 27 Sep 2010 08:00 AM PDT

Ayat bacaan: Filipi 2:5
=================
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

sepikiran dengan KristusSeorang siswa saya kemarin menceritakan sebuah pengalamannya yang unik. Ia sedang berjalan kaki di sebuah trotoar jalan. Sayup-sayup ia mendengar suara tangisan anak bayi, yang katanya jelas terdengar seperti tangisan bayi yang baru lahir. Ketika ia mencari sumber suara, tampaklah olehnya seorang bayi kecil yang hanya dibungkus koran, terletak sendirian di belakang semak-semak. Tidak lama kemudian sang ibu yang ternyata seorang pengemis datang kesana. Anaknya baru lahir dua bulan, dan ia pun masih terlihat sangat pucat. Siswa saya lalu tergerak oleh rasa belas kasihan dan kemudian memberi seluruh uang di kantongnya, sejumlah Rp 150.000 yang seharusnya dia pakai untuk membayar tes penyaringan masuk di sebuah universitas. Akibat membantu si ibu, ia harus melupakan tes itu, dan ia pun harus berjalan kaki untuk masuk ke kelas dimana saya mengajar. "Capai pak, dan sayang memang harus gagal mengikuti tes, tapi saya merasa sangat lega.." katanya sambil tersenyum. Ia bercerita bahwa si ibu mengucapkan terima kasih sambil menangis terisak-isak. Si ibu dan anak bayi ini hanyalah satu dari ribuan kasus yang sehari-hari terjadi di sekitar kita. Semakin sulitnya kehidupan di muka bumi ini membuat kita semakin mudah menemukan orang-orang yang tengah dihimpit beban hidup dalam berbagai rupa. Siswa saya memilih untuk melakukan perbuatan baik, tetapi ada banyak orang lain yang tidak mau ambil pusing dalam situasi seperti ini.

Welcome to the self-centered world. Sebuah kehidupan dunia yang berisikan orang-orang yang hanya berjuang untuk keselamatan dirinya sendiri. Apapun akan dilakukan, kalau perlu orang lain pun akan dikorbankan demi mencapai tujuan pribadinya sendiri. Dalam dunia yang seperti ini, apa yang dibuat siswa saya tentu sangat langka dan sulit dipercaya. Saya bertanya dalam hati saya, seandainya saya ada di sana waktu itu, akankah saya melakukan hal yang sama, menyerahkan seluruh uang di kantong saya untuk menolong sang ibu dan bayinya? Apakah anda juga akan melakukan hal seperti itu?

Sebagai pengikut Kristus kita seharusnya melakukan hal yang sama. Dalam surat Filipi 2:1-11 kita bisa membaca pesan penting mengenai hal ini. "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan." (Filipi 2:1). Belas kasihan, penghiburan kasih itu ada di dalam Kristus. Dan oleh karenanya kita sebagai pengikut-pengikut Kristus pun seharusnya sehati, sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, (ay 2) "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri." (ay 3). Kita digugah untuk berhenti mementingkan diri sendiri tetapi harus mulai memkirikan orang lain pula. "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (ay 4). Mengapa demikian? Perhatikanlah ayat selanjutnya "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (ay 5). Yesus yang pada dasarnya sama dengan Allah rela melepaskan semuanya. Mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan kemudian merendahkan dirinya sedemikian rupa hingga mati di atas kayu salib demi kita semua, orang-orang yang masih berada dalam jerat kebinasaan. Betapa besarnya kasih dan pengorbananNya untuk kita semua. Apabila kita menyatakan diri sebagai sahabat-sahabatNya, sudah seharusnya kita pun melakukan hal yang sama, menaruh pikiran dan perasaan kita seperti apa yang dirasa atau dipikirkan Yesus. Ingatlah bahwa Yesus tidak memandang orang ketika menaruh belas kasihan. Dia siap membantu siapapun tanpa terkecuali selama keberadaanNya dalam rupa seorang hamba di muka bumi ini, bahkan orang-orang asing sekalipun. Dan ingat pula, bukankah Yesus mati untuk menebus dosa seluruh umat manusia dan bukan hanya untuk segelintir orang saja? Jika belas kasih Kristus itu tanpa batas, kita sebagai pengikutNya pun harus memiliki kepedulian dan belas kasih yang sama terhadap sesama kita.

Kita memang tidak diselamatkan oleh perbuatan baik yang kita lakukan. Itu benar. Dalam Titus dikatakan "Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita." (Titus 3:4-7). Bukan perbuatan baik yang menyelamatkan kita, tetapi bukan berarti kita bisa berpangku tangan untuk tidak melakukan apapun yang baik. Seperti yang pernah saya katakan, kita bukan diselamatkan OLEH perbuatan baik, tetapi kita diselamatkan UNTUK melakukan perbuatan baik. Begitu pentingnya untuk menyatakan kasih Kristus yang mengalir dalam diri kita kepada sesama kita yang membutuhkan bantuan, sehingga bahkan dikatakan "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat." (Ibrani 13:2). Tumpangan kepada orang dalam bahasa Inggrisnya dikatakan "extend hospitality to strangers." Artinya kita harus siap berbuat baik, doing the kindness bahkan kepada orang yang tidak kita kenal sekalipun alias orang-orang asing. Siapa tahu, satu ketika nanti kita malah menjamu para malaikat tanpa sadar. Firman Tuhan berkata bahwa "..tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Timotius 3:17). Dia sudah melengkapi kita untuk melakukan itu semua. Alangkah keterlaluan apabila semua itu hanya kita pendam sendiri untuk kepentingan pribadi.

Pengorbanan yang dilakukan oleh siswa saya itu belumlah sebanding dengan apa yang diberikan Kristus untuk kita semua, tetapi tetap apa yang ia perbuat merupakan sesuatu yang luar biasa yang patut kita puji dan teladani. Menjadi pengikut Kristus berarti menaruh diri kita untuk sepikiran dan seperasaan dengan Kristus. Sudahkah anda menoleh ke sekeliling anda? Ada banyak orang yang saat ini tengah terjepit kesulitan hidup. Ada banyak yang kehilangan harapan, tidak lagi memiliki sukacita dalam hatinya. Anda mungkin bisa berkata, "tapi saya tidak mengenal mereka, buat apa saya harus peduli?" Itu tidak akan pernah cukup sebagai alasan. Saya yakin apabila Yesus masih berjalan di muka bumi hari ini, Dia akan menunjukkan belas kasihNya kepada mereka, siapapun atau apapun latar belakangnya tanpa terkecuali. Sebagai pengikut Kristus, apa yang bisa anda bisa anda perbuat hari ini untuk mereka?

Menjadi pengikut Kristus artinya sepikiran dan seperasaan dengan Kristus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

 

 

Fw: renungan harian online

Renungan yang bagus untuk kita semua

"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: renungan harian online <secretmindnet@yahoo.com>
Sender: noreply+feedproxy@google.com
Date: Tue, 28 Sep 2010 01:02:35 +0000
To: <michaelsahertian@gmail.com>
Subject: renungan harian online

renungan harian online


Ibu Pengemis dan Anak Bayinya

Posted: 27 Sep 2010 08:00 AM PDT

Ayat bacaan: Filipi 2:5
=================
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

sepikiran dengan KristusSeorang siswa saya kemarin menceritakan sebuah pengalamannya yang unik. Ia sedang berjalan kaki di sebuah trotoar jalan. Sayup-sayup ia mendengar suara tangisan anak bayi, yang katanya jelas terdengar seperti tangisan bayi yang baru lahir. Ketika ia mencari sumber suara, tampaklah olehnya seorang bayi kecil yang hanya dibungkus koran, terletak sendirian di belakang semak-semak. Tidak lama kemudian sang ibu yang ternyata seorang pengemis datang kesana. Anaknya baru lahir dua bulan, dan ia pun masih terlihat sangat pucat. Siswa saya lalu tergerak oleh rasa belas kasihan dan kemudian memberi seluruh uang di kantongnya, sejumlah Rp 150.000 yang seharusnya dia pakai untuk membayar tes penyaringan masuk di sebuah universitas. Akibat membantu si ibu, ia harus melupakan tes itu, dan ia pun harus berjalan kaki untuk masuk ke kelas dimana saya mengajar. "Capai pak, dan sayang memang harus gagal mengikuti tes, tapi saya merasa sangat lega.." katanya sambil tersenyum. Ia bercerita bahwa si ibu mengucapkan terima kasih sambil menangis terisak-isak. Si ibu dan anak bayi ini hanyalah satu dari ribuan kasus yang sehari-hari terjadi di sekitar kita. Semakin sulitnya kehidupan di muka bumi ini membuat kita semakin mudah menemukan orang-orang yang tengah dihimpit beban hidup dalam berbagai rupa. Siswa saya memilih untuk melakukan perbuatan baik, tetapi ada banyak orang lain yang tidak mau ambil pusing dalam situasi seperti ini.

Welcome to the self-centered world. Sebuah kehidupan dunia yang berisikan orang-orang yang hanya berjuang untuk keselamatan dirinya sendiri. Apapun akan dilakukan, kalau perlu orang lain pun akan dikorbankan demi mencapai tujuan pribadinya sendiri. Dalam dunia yang seperti ini, apa yang dibuat siswa saya tentu sangat langka dan sulit dipercaya. Saya bertanya dalam hati saya, seandainya saya ada di sana waktu itu, akankah saya melakukan hal yang sama, menyerahkan seluruh uang di kantong saya untuk menolong sang ibu dan bayinya? Apakah anda juga akan melakukan hal seperti itu?

Sebagai pengikut Kristus kita seharusnya melakukan hal yang sama. Dalam surat Filipi 2:1-11 kita bisa membaca pesan penting mengenai hal ini. "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan." (Filipi 2:1). Belas kasihan, penghiburan kasih itu ada di dalam Kristus. Dan oleh karenanya kita sebagai pengikut-pengikut Kristus pun seharusnya sehati, sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, (ay 2) "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri." (ay 3). Kita digugah untuk berhenti mementingkan diri sendiri tetapi harus mulai memkirikan orang lain pula. "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (ay 4). Mengapa demikian? Perhatikanlah ayat selanjutnya "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (ay 5). Yesus yang pada dasarnya sama dengan Allah rela melepaskan semuanya. Mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan kemudian merendahkan dirinya sedemikian rupa hingga mati di atas kayu salib demi kita semua, orang-orang yang masih berada dalam jerat kebinasaan. Betapa besarnya kasih dan pengorbananNya untuk kita semua. Apabila kita menyatakan diri sebagai sahabat-sahabatNya, sudah seharusnya kita pun melakukan hal yang sama, menaruh pikiran dan perasaan kita seperti apa yang dirasa atau dipikirkan Yesus. Ingatlah bahwa Yesus tidak memandang orang ketika menaruh belas kasihan. Dia siap membantu siapapun tanpa terkecuali selama keberadaanNya dalam rupa seorang hamba di muka bumi ini, bahkan orang-orang asing sekalipun. Dan ingat pula, bukankah Yesus mati untuk menebus dosa seluruh umat manusia dan bukan hanya untuk segelintir orang saja? Jika belas kasih Kristus itu tanpa batas, kita sebagai pengikutNya pun harus memiliki kepedulian dan belas kasih yang sama terhadap sesama kita.

Kita memang tidak diselamatkan oleh perbuatan baik yang kita lakukan. Itu benar. Dalam Titus dikatakan "Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita." (Titus 3:4-7). Bukan perbuatan baik yang menyelamatkan kita, tetapi bukan berarti kita bisa berpangku tangan untuk tidak melakukan apapun yang baik. Seperti yang pernah saya katakan, kita bukan diselamatkan OLEH perbuatan baik, tetapi kita diselamatkan UNTUK melakukan perbuatan baik. Begitu pentingnya untuk menyatakan kasih Kristus yang mengalir dalam diri kita kepada sesama kita yang membutuhkan bantuan, sehingga bahkan dikatakan "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat." (Ibrani 13:2). Tumpangan kepada orang dalam bahasa Inggrisnya dikatakan "extend hospitality to strangers." Artinya kita harus siap berbuat baik, doing the kindness bahkan kepada orang yang tidak kita kenal sekalipun alias orang-orang asing. Siapa tahu, satu ketika nanti kita malah menjamu para malaikat tanpa sadar. Firman Tuhan berkata bahwa "..tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Timotius 3:17). Dia sudah melengkapi kita untuk melakukan itu semua. Alangkah keterlaluan apabila semua itu hanya kita pendam sendiri untuk kepentingan pribadi.

Pengorbanan yang dilakukan oleh siswa saya itu belumlah sebanding dengan apa yang diberikan Kristus untuk kita semua, tetapi tetap apa yang ia perbuat merupakan sesuatu yang luar biasa yang patut kita puji dan teladani. Menjadi pengikut Kristus berarti menaruh diri kita untuk sepikiran dan seperasaan dengan Kristus. Sudahkah anda menoleh ke sekeliling anda? Ada banyak orang yang saat ini tengah terjepit kesulitan hidup. Ada banyak yang kehilangan harapan, tidak lagi memiliki sukacita dalam hatinya. Anda mungkin bisa berkata, "tapi saya tidak mengenal mereka, buat apa saya harus peduli?" Itu tidak akan pernah cukup sebagai alasan. Saya yakin apabila Yesus masih berjalan di muka bumi hari ini, Dia akan menunjukkan belas kasihNya kepada mereka, siapapun atau apapun latar belakangnya tanpa terkecuali. Sebagai pengikut Kristus, apa yang bisa anda bisa anda perbuat hari ini untuk mereka?

Menjadi pengikut Kristus artinya sepikiran dan seperasaan dengan Kristus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Saturday, July 17, 2010

Renungan Harian Online - Renungan yang bagus nich ...

renungan harian online


Morning/Wake Up Call

Posted: 16 Jul 2010 08:00 AM PDT

Ayat bacaan: Ibrani 10:25
=====================
"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."

morning callJika kita menginap di hotel, kita bisa meminta resepsionis atau front desk untuk membangunkan kita di pagi hari supaya tidak kebablasan tidur. Ini dikenal juga dengan istilah morning call atau wake up call. Ini adalah sebuah fasilitas yang tentunya sangat diperlukan karena jarang sekali kita membawa jam weker ketika menginap di hotel. Kita bisa tidur tenang dan nyenyak, tidak perlu khawatir karena kita tahu ada orang yang akan membangunkan kita di pagi hari. Sebuah morning call bukan saja berguna di hotel, tetapi ada waktu-waktu dimana kita akan memerlukannya juga dalam kehidupan kita. Kebiasaan saya yang tidur sampai larut dahulu sering dimanfaatkan teman saya untuk membangunkannya agar bisa melanjutkan tugas-tugas. Dengan mengetahui bahwa saya pasti akan meneleponnya sesuai waktu yang ia inginkan, ia pun bisa beristirahat sejenak sebelum kembali mengerjakan tugasnya.

Sebagai manusia kita tidak mampu hidup sendirian. Dalam kehidupan kerohanian kita pun demikian. Kesadaran bahwa kita tidak diciptakan sendirian, we are not made to live alone, penting untuk kita miliki dalam menjalani kehidupan kita. Hidup ini penuh perjuangan, termasuk pula kehidupan rohani kita yang harus terus berjuang melawan arus dunia dengan segala penyesatan di dalamnya. Segala tantangan dan kesulitan yang kita hadapi ketika melewati hari demi hari ini tentu sangat melelahkan dan selalu berpotensi membuat kita menyerah dan putus asa. Oleh karena itulah kita seharusnya sadar bahwa kita tidak boleh berjuang sendirian. Kita harus menghadapinya bersama-sama dengan rekan-rekan seiman yang bisa saling mendukung, saling bantu, saling menasihati, menegur dan menguatkan. Penulis Ibrani mengingatkan hal ini dengan jelas. "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25). Apakah itu di gereja, persekutuan dan sebagainya, itu akan sangat berguna untuk dipakai sebagai sarana untuk menjalankan prinsip saling di atas. Kita akan lebih kuat apabila kita bertumbuh bersama-sama.

Selalu saja ada alasan yang bisa kita pakai untuk melewatkan waktu-waktu persekutuan. Banyak tugas, sibuk, lelah, kurang sehat, atau hujan akan menggoda kita untuk melewatkannya. Padahal kita akan kehilangan banyak hal apabila kita melewatkan sekali saja. Pengkotbah meningatkan "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka." (Pengkotbah 4:9)  Dan ayat selanjutnya berbunyi "Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!" (ay 10). Tidak peduli sekuat apapun kita, kita selalu butuh kehadiran saudara-saudari seiman yang akan siap menolong kita bangkit ketika terjatuh, siap menguatkan di kala lemah, siap meringankan ketika kita berbeban, memberi penghiburan ketika kita berduka. Sebaliknya di lain waktu, kita pun harus siap melakukan ini ketika mereka membutuhkannya.

Semangat kebersamaan dalam bertumbuh ini pun sangat penting di mata Tuhan. Firman Tuhan berkata "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2). Hukum Kristus akan kita penuhi apabila kita peduli satu sama lain, saling bertolong-tolongan dalam segala hal. Tuhan tidak menciptakan kita untuk menjadi individu-individu yang egois, kita diciptakan sebagai mahluk sosial yang harus saling isi satu sama lain untuk menuju ke arah yang lebih baik. Lihatlah dalam kitab Kejadian, dengan tegas Tuhan berkata: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja." (Kejadian 2:18). The Lord said "IT IS NOT GOOD." Ini artinya kebersamaan dalam bertumbuh, semangat kepedulian yang berisi prinsip saling bertolong-tolongan ini merupakan sebuah keharusan yang penting dalam kehendak Tuhan bagi kita. Ada saat dimana kita lemah, bukankah indah apabila kita tahu ada teman-teman yang tidak akan membiarkan kita jatuh? Atau sebaliknya, tidakkah indah jika kita bisa menjadi embun penyejuk dan berkat bagi teman kita yang sedang kesusahan?

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti persekutuan, jangan pula melewatkan beribadah bersama, memuji dan menyembah Tuhan, merasakan hadirat Tuhan bersama-sama dengan keluarga dan saudara seiman. Ada banyak manfaat yang bisa dipetik dibalik itu, dan itu akan menutupi begitu banyak kelemahan kita sebagai manusia yang tidak sempurna. Temukan komunitas yang tepat bagi anda, temukan "habitat" anda, dan bertumbuhlah disana. Kelak anda akan merasakan betapa beruntung dan bahagianya memiliki sebuah komunitas yang erat. Let's give the morning call to each other.

Bersekutulah dengan sesama saudara seiman dalam pertumbuhan iman
You are subscribed to email updates from renungan harian online
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.
Email delivery powered by Google
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610