Wednesday, April 29, 2009

Fw: [FOB] Renungan Siang

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network

-----Original Message-----
From: Bung Michel <michel.kotten@gmail.com>

Date: Tue, 28 Apr 2009 22:56:20
To: Fellowship Of Bikers<fellowship-of-bikers@googlegroups.com>
Subject: [FOB] Renungan Siang




BANYAK ORANG KEHILANGAN UANG DALAM JUMLAH BESAR
KARENA MENYAYANGKAN UANG YANG BERJUMLAH KECIL.

Perpuluhan Rockefeller - (Imamat 27:30 ; Maleakhi 3:10)

John Rockefeller mengajarkan sesuatu tentang perpuluhan. Ia membayar
perpuluhan dan ia melihat bahwa apa yang sudah dia berikan kepada
Tuhan kemudian kembali lagi kepadanya. Ia bahkan menerima lebih banyak
dari pada yang sudah diberikannya.
Ketika masih anak-anak dia mulai bekerja untuk membantu Ibunya
menopang kebutuhan keluarga. Gaji pertama yang diterimanya adalah $150
perMinggu. Pada minggu pertama setelah ia menerima gaji tersebut ia
membawa pulang uangnya kerumah dan menyerahkannya kepada ibunya.
Setelah menerima uang tersebut Ibunya berkata, "saya akan sangat
bahagia jika engkau membayar perpuluhan kepada Tuhan dari gaji yang
engkau dapat ini"
Rockefeller yang masih anak anak menuruti perkataan Ibunya. Ia
membayar perpuluhan dari gajinya. Sejak saat itu ia setia membayar
perpuluhan. Apa yang ingin ia katakan adalah, "Jika saya tidak
membayar perpuluhan dari gaji saya dulu yaitu $15 Saya tidak akan bisa
membayar perpuluhan dari $1.000.000 pertama yang saya peroleh
selanjutnya."
Ajarilah anak anak anda sejak masih kecil untuk membayar perpuluhan
dan mereka akan bertumbuh dalam kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan
didalam memberikan apa yang seharusnya mereka berikan kepadaNYA. Maka
anda akan melihat mereka akan menjadi anak anak yang diberkati dan
berhasil dalam hidupnya.
Ada orang yang mengatakan bahwa memberi perpuluhan adalah kewajiban
orang kaya saja. Tetapi sekumpulan nama2 seperti: Mr.Crowell (pendiri
perusahan Quaker Oats), Mr.Colgate (pendiri Colgate soaps), Mr.
Matthias Baldwin (pendiri Baldwin Locomotive Industry) dan masih
banyak lagi nama orang2 yang memberi perpuluhan dan mereka berhasil
didalam kehidupan serta bisnisnya. Mereka ini sudah belajar membayar
perpuluhan bukan ketika mereka telah menjadi kaya dan berhasil tetapi
ketika mereka masih miskin.
Anda tidak diajarkan menyogok Tuhan dengan perpuluhan demi untuk
memperoleh hasil yang lebih banyak atau untuk memperoleh keberhasilan
tetapi itu merupakan kewajiban yang harus anda lakukan karena
perpuluhan adalah milik Tuhan. Dan karena ketaatan anda didalam
memberikan apa yang menjadi hak Tuhan, Anda akan melihat bahwa Tuhan
tidak pernah mengingkari janji-janjiNYA. Tuhan sanggup memelihara
orang2 yang taat kepadaNYA dan IA tidak akan pernah mempermalukan
mereka. Bukankah IA telah berjanji, "bawalah seluruh persembahan
persepuluhan itu kedalam rumah perbendaharan, supaya ada persediaan
makanan dirumah-KU dan ujilah AKU, firman TUHAN semesta alam, apakah
aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan
berkat kepadamu sampai berkelimpahan" (Maleakhi 3:10). Belajarlah
dari orang2 yang telah berhasil karena ketaatan mereka mengembalikan
milik Tuhan.
DOA: Tuhan Engkau telah memberkatiku dan semua yang aku peroleh
adalah pemberianMU. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin
(salinan dari ManaSorgawi 9april'2002)



TIDAK MISKIN KARENA MEMBERI
Bacaan : Amsal 11:23-26
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat
secara luar biasa, namun selalu berkekurangan (Amsal 11:24)

Renungan ini mungkin sudah terbiasa diterima di telinga kita, tetapi
belum tentu melekat di dalam pikiran untuk dilakukan.
Kitapun tahu apa yang menjadi hukum, jika kita memberi, tentu kita
ingat dengan hukum tabur tuai, tetapi yang terlintas seringkali dalam
pikiran kita yaitu jika kita memberi berarti kita akan mengurangi apa
yang kita miliki. Namun apakah benar hukum tabur tuai tersebut?
Bagaimana cara menabur yang benar hingga mendapat tuaian yang baik?

1. Seperti tanaman yang bibitnya disebar di atas batu atau
jalanan, pasti tidak akan bertahan lama, apalagi di semak duri, karena
dengan demikian kita sudah menaburnya dengan kekuatiran akan
keberadaaan kita nantinya, namun taburlah di tanah yang subur, yaitu
diladang-Nya Tuhan, sehingga kita akan mendapat tuaian yang berasal
dari Allah, bukan berarti tidak boleh membantu orang lain, tetapi
maksudnya disini adalah memberi dengan disertai motivasi yang benar,
yaitu dengan motivasi untuk memuliakan nama Allah. Bukan memberi
karena terpaksa atau karena malu dilihat orang lain bila tidak
memberi.

2. Setelah menabur, menunggu hasil tuaian terkadang sulit untuk
dilakukan. Bahkan sebelum menaburpun kita sudah memiliki pesimistis
untuk menuai. Ingat tugas petani hanya menabur, jadi hendaknya harus
dengan sabar menunggu masa panen itu tiba. Markus 4:28 mengatakan,
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu
bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Apalagi buah itu sudah cukup masak. Orang akan segera menyabitnya,
sebab musim menuai sudah tiba.

3. Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan orang
yang menabur banyak, akan menuai banyak juga (2Kor.9:6). Ingat selalu
apa yang dikatakan firman Tuhan tersebut, menabur sesuai dengan porsi
yang kita miliki dan bagaimana Tuhan gerakkan itu dalam hati kita.
Maka menabur yang benar dan baik, bukan hukum dalam perdata atau KUHP
yang menjamin tetapi hukum yang Tuhan katakan melalui firman-Nya, yang
memberi tuaian bagi kita.

Jadi menuai hasil yang baik tidak dapat terjadi sekejap saja seperti
sulap. Akan tetapi kita harus memperhatikan dimana kita menyebar bibit
tersebut. Kita harus sabar di dalam menanti tuaian, dan perlu kita
ketahui bahwa berapa banyak yang kita tabur itu, maka itulah yang akan
kita tuai. Berbahagialah orang yang suka memberi karena semuanya itu
akan diperhitungkan Tuhan. Shalom

DOA: Ajar kami Tuhan untuk dapat memberi dengan motivasi yang
benar dan hanya untuk memuliakan nama-Mu. Amin.

MEMBERI DENGAN SUKACITA BERARTI MEMBUKA PINTU BERKAT BAGI KITA



ManaSorgawi 15 Sept 2004.
Berkat yang melimpah
I Raja-raja 17:7-16

Apa artinya berkat yang melimpah??? Sebagian besar atau semua orang
mungkin akan berkata bahwa berkat yang melimpah itu adalah berkat yang
kita dapatkan dalam jumlah yang banyak. Misalnya kita punya beberapa
rumah, beberapa kenderaan, beberapa perusahan atau gaji yang sangat
besar. Melalui bacaan ini mari kita merenungkan tiga arti berkat
melimpah.

PERTAMA, dapat dirasakan oleh orang lain. Arti pertama dari berkat
melimpah adalah berkat tsb dapat dirasakan oleh orang lain juga.
Melimpah artinya tumpah keluar dan jika memang artinya tertumpa
berarti orang lain bisa kecipratan berkat tersebut. Janda Sarfat ini
tidak mempunyai tepung dan minyak dalam jumlah yang banyak, namun Elia
masih bisa kebagian dari apa yang dimiliki oleh janda Sarfat ini.
Inilah berkat yang melimpah! Ada orang yang memiliki banyak harta
benda namun sangat sulit bagi berkat itu untuk tumpah keluar, maka
dapat kita simpulkan orang tersebut belum mengalami berkat yang
melimpah, karena ternyata untuk dirinya sendiri saja ia belum cukup.
Ia sendiri masih kekurangan!

KEDUA, sementara orang lain mengalami masa paceklik , janda Sarfat ini
masih tetap diberkati. Arti berkat melimpah lainnya adalah sementara
orang orang lain mengalami masa kekurangan, mereka yang percaya
kepadaNya tetap diberkati. Tiga setengah tahun hujan tidak turun yang
mengakibatkan masa kekeringan yang sangat parah sehingga panen
mengalami kegagalan. Orang orang mulai kehabisan persediaan gandum dan
minyak namun janda Sarfat tetap diberkati oleh Tuhan. Orang yang mau
dengar dengaran kepada Tuhan selalu akan terpelihara dan dilindungi
oleh Tuhan, ini juga berkat yang berkelimpahan. (Maz 37:18-19)

KETIGA, sekalipun tidak datang dalam jumlah yang besar namun selalu
ada jika diperlukan. Banyak menginginkan menerima berkat dari Tuhan
dalam jumlah besar tanpa menyadari bahwa setiap orang mempunyai daya
tahan yang berbeda didalam menerima berkat dari Tuhan. Ada orang yang
begitu diberkati usahanya, langsung menambah satu istri lagi.
Diberkati lagi usahanya, nambah lagi istrinya. Atau ada orang semakin
diberkati semakin hilang dari Gereja karena semakin sibuk mengurus
usahanya. Ada orang yang semakin kaya semakin getol main judi dan
foya foya. Tuhan tidak mau kita terhilang darinya karena hati kita
melekat kepada berkat, itulah sebabnya Ia mengucurkan berkat itu
sedikit demi sedikit, disaat kita memerlukannya. Ini juga berkat yang
melimpah karena persediaan berkat itu sendiri banyak, hanya saja masih
tertahan diSorga. Jadi jangan pernah mengatakan, "Tuhan mengapa
Engkau tidak memberkati aku secara berkelimpahan, kok selalu pas-pasan
saja." Ingat, Tuhan sesungguhnya mengasihi dan memberkati kita, hanya
saja karena masing masing kita mempunyai daya tahan yang berbeda untuk
menerima berkat dari Tuhan maka Ia mengirimkannya sejumlah yang kita
perlukan saja!.

DOA: Tuhan, aku bersyukur setiap berkat yang sudah aku terima dariMu
dan mampukan aku mengunakannya dengan baik. Dalam nama Yesus aku
bersyukur dan berdoa. Amin.

BERKAT YANG MELIMPAH ARTINYA BERKAT TSB DAPAT DIRASAKAN OLEH ORANG
LAIN.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Fellowship Of Bikers" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke fellowship-of-bikers@googlegroups.com
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke fellowship-of-bikers+unsubscribe@googlegroups.com
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/fellowship-of-bikers?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Tuesday, April 28, 2009

Fw: [FOB] Hal Seorang Pekerja

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network

-----Original Message-----
From: Bung Michel <michel.kotten@gmail.com>

Date: Mon, 27 Apr 2009 18:21:31
To: Fellowship Of Bikers<fellowship-of-bikers@googlegroups.com>
Subject: [FOB] Hal Sorang Pekerja



Shallom Bro n Sis,

May God Bless Us Today

Air Hidup
HAL SEORANG PEKERJA (1)

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan
gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,
Efesus 6:5

Di dunia kerja, keberadaan orang Kristen dengan orang dunia hampir-
hampir setali tiga uang, susah membedakannya dan hampir-hampir tidak
ada perbedaan yang mencolok dalam hal nilai dan etika kerja. Kadang
orang-orang dunia justru lebih baik dibanding anak-anak Tuhan. Para
pekerja Kristen seringkali tidak menunjukkan kualitas sebagai seorang
karyawan yang baik. Ketika berada di gereja, kita seolah-olah
berkomitmen penuh untuk menerapkan nilai-nilai firman Tuhan. Tetapi
saat di tempat kerja, kita bertindak dan menganut cara-cara kerja
duniawi yang sarat dengan kecurangan, rekayasa, kemalasan, serta
menghalalkan segala cara.

Pengaruh dunia ini begitu kuat, sehingga banyak pekerja Kristen yang
malah menjadi batu sandungan dan tidak lagi menjadi berkat bagi orang-
orang di sekitarnya. Firman Tuhan jelas menyatakan, Demikianlah
hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa-mu yang di sorga. (Matius
5:16). Bila kita tidak menjadi teladan dalam hal pekerjaan berarti
kita telah gagal dalam mengemban tugas sebagai terang. Oleh sebab itu
mari kita perhatikan beberapa nilai berkenaan dengan dunia kerja.

Pertama, sebagai seorang pekerja Kristen kita harus memiliki rasa
hormat dan taat kepada siapa pun yang memegang tampuk kepemimpinan,
sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka
saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus
yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, (Efesus 6:5-6).
Secara sederhana ayat ini mengajar kita untuk taat kepada pimpinan di
perusahaan atau kepada majikan kita, sehingga apa pun tugas yang
diberikan akan kita kerjakan tanpa adanya keluh kesah atau gerutu.
Dalam segala hal kita harus menjadi pekerja teladan dan bisa
dibanggakan atasan kita. Namun, haruskah kita menaati pimpinan kita
bila mereka memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang salah,
tidak etis dan bertentangan dengan firman Tuhan? Tidak! Kita harus
dengan tegas menolaknya, meskipun itu membawa konsekuensi. Ada
tertulis, kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
(Kisah 5:29).



HAL SEORANG PEKERJA (2)

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. - Kolose 3:23

Mari belajar dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Ketiganya adalah
pegawai pemerintahan di Babel dan Raja Nebukadnezar adalah tuan atau
majikan mereka. Di Indonesia disebut sebagai pegawai negeri. Semua
perintah raja mereka kerjakan dengan penuh ketaatan, kecuali saat raja
memerintahkan mereka melakukan hal yang bertentangan dengan firman
Tuhan yaitu bersujud dan menyembah patung emas, dengan sangat tegas
mereka menolak, meskipun nyawa menjadi taruhannya. Namun, hendaklah
tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku,
dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel
3:18). Dan karena tidak mau menaati perintah raja, mereka dilemparkan
ke dalam perapian.

Kedua, kita harus menjadi pekerja/karyawan yang tekun dan
bertanggungjawab. Saat bekerja kita harus melakukan pekerjaan dengan
segenap hati, bukan untuk menyenangkan pimpinan/atasan kita, tetapi
perbuatlah itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu,
bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu
sebagai upah. (ayat 23-24a). Bila yang menjadi motivasi kita hanyalah
memperoleh gaji di akhir bulan, yang akan kita tuai hanyalah sebatas
gaji itu. Akibatnya kita mudah mengeluh dan selalu hitung-hitungan
terhadap tugas yang diberikan. Namun bila motivasi kita adalah
menyenangkan Tuhan dan bekerja demi Dia, kita akan melakukan tugas-
tugas dengan penuh semangat dan selalu ingin memberi yang terbaik.
Maka tidak hanya gaji yang akan kita terima, melainkan kepercayaan,
promosi dan berkat-berkat lain yang tidak terpikirkan oleh kita, itu
yang disediakan Tuhan bagi kita. Jadi, Segala sesuatu yang dijumpai
tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak
ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang
mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkotbah 9:10).

Apa pun yang kita lakukan untuk mencari nafkah, kerjakan semuanya itu
sebaik mungkin sehingga Tuhan disenangkan melalui kehidupan kita.
Jangan menjadi pekerja yang mengecewakan pimpinan/atasan kita!

Sudahkah kita menjadi seorang pekerja yang menjadi teladan bagi orang
lain?

==================================================

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Fellowship Of Bikers" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke fellowship-of-bikers@googlegroups.com
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke fellowship-of-bikers+unsubscribe@googlegroups.com
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/fellowship-of-bikers?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Saturday, April 4, 2009

Fw: [FOB] renungan harian

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network


From: Samuel Augusto
Date: Sat, 4 Apr 2009 10:43:49 +0800 (SGT)
To: <fellowship-of-bikers@googlegroups.com>
Subject: [FOB] renungan harian



renungan harian online

renungan harian


Why...?

Posted: 03 Apr 2009 08:00 AM PDT

Ayat bacaan: Yesaya 55:8
=====================
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN."

iri hati, merasa kurang dari orang lainSama-sama chihuahua, tapi beda sifat, beda ketaatan. Itulah yang nyata terlihat di antara kedua anjing kami. Salah satunya adalah mengenai masalah  ketaatan. Yang jantan sangat patuh sehingga selalu dibawa untuk buang air ke luar rumah. Saya tidak perlu khawatir dia akan lari karena dengan panggilan kecil saja dia akan menghampiri. Pintu pagar yang terbuka sekalipun tidak akan membuatnya melarikan diri. Dia tidak akan mengejar orang yang sedang lewat. Jangankan orang, ayam pun tidak diganggunya. Sedangkan yang betina, bandelnya bukan main. Sedikit saja lengah, secepat kilat dia akan lari keluar pagar dan sulit untuk dipanggil. Karena itu kami tidak pernah mau membawanya untuk keluar rumah, kecuali dengan bantuan seutas tali dan beserta kami. Karena perbedaan "ketaatan" yang menyolok inilah, pemandangan yang lucu terlihat setiap kali saya membawa si jantan keluar rumah. Setiap kali si jantan ada di luar, maka si betina akan duduk menatap keluar dari jendela. Biasanya disertai tangisan kecil, tapi dengan gerakan minimal. Dari luar, saya melihatnya seperti patung di balik jendela. Mungkin dalam hatinya ia merasa dianaktirikan, mungkin dia merasa dia diperlakukan tidak adil, berbeda dari si jantan. Namun dia tidak tahu bahwa sebenarnya semua itu untuk kebaikan bersama. Kami menyayangi keduanya sudah seperti anak sendiri, dan tidak mau kehilangan satupun diantara mereka. Jika si betina di bawa keluar, maka hal tersebut bisa mendatangkan banyak resiko. Dia bisa tersesat, bisa hilang, bisa dicuri orang, atau tertabrak kendaraan yang lewat. Itu dari kacamata kami, tapi bukan dari kacamatanya. Dari kacamatanya mungkin dia hanya bisa melihat perbedaan perlakuan, seolah-olah tidak adil, namun dari kacamata kami, itulah yang terbaik buat dia.

Malam ini ketika saya membawa si jantan keluar seperti biasa untuk buang air, saya mendapatkan sebuah suara dalam hati saya. "begitulah juga manusia.." Ya, ada banyak di antara kita yang cenderung merasa kurang di bandingkan orang lain. "mengapa dia bisa begitu kaya sedangkan saya begini-begini terus?" Mengapa tetangga kita makmur sedang kita tidak? Mengapa rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita? Malah kadang lebih ekstrim, "mengapa ia diberkati sedang saya tidak?" Benarkah Tuhan pilih kasih, memberkati sebagian dan membiarkan sebagian lainnya sengsara? Apakah jika kita sedang mengalami masa-masa sulit, itu artinya Tuhan sedang memalingkan mukaNya dari kita? Tunggu dulu. Saya percaya bahwa Tuhan mengasihi kita semua. Hanya saja, Tuhan punya alasan-alasan tersendiri bagi setiap kita, Dia punya rancangan-rancangan yang berbeda dipersiapkan bagi setiap kita. Namun yang pasti, apapun rancanganNya, semua itu bertujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita semua. Dia menyediakan segala sesuatu yang terbaik bagi kita. Caranya mungkin berbeda, bentuk berkat yang diturunkan bisa berbeda, tapi semuanya adalah untuk kebaikan kita juga. Mungkin kita tidak atau belum bisa melihatnya saat ini, tapi satu saat nanti kita akan mengerti. "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." (Yesaya 55:8). Lalu dilanjutkan: "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (ay 9).

Seringkali kita sulit melihat apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita, dan hanya mampu melihat sebatas logika dan kemampuan manusia semata. Akibatnya kita mudah merasa diperlakukan tidak adil atau tidak dipedulikan Tuhan. Padahal apa yang dirancang Tuhan pada kita adalah hal-hal yang baik adanya. "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Mungkin mudah bagi kita untuk melihat kelebihan orang lain dan kekurangan kita, namun apabila kita mengenal pribadi Allah sebenarnya, kita tahu bahwa segala yang Dia sediakan bagi kita adalah untuk kebaikan kita menerima hari depan yang penuh harapan. Segala pergumulan kita dalam hidup dapat dipakaiNya untuk sebuah tujuan yang baik dan mulia. Jika Yesus Kristus saja Dia anugrahkan bagi kita agar kita selamat, itu artinya Dia sangat mengasihi kita dan tidak ingin satupun dari kita menderita, apalagi binasa. Mungkin saat ini kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan, apa yang menurut kita baik buat kita. Padahal apa yang kita anggap baik buat kita belum tentu terbaik menurut Tuhan. Tuhan sebenarnya sanggup memberikan segala yang kita inginkan. Sangat sanggup. Tapi bagaimana jika hal itu menyesatkan kita dan membuat kita malah binasa? So, everything happen for a cause. Maka itu artinya, kita harus senantiasa bersyukur, baik dalam keadaan baik maupun buruk, karena semua itu adalah demi kebaikan kita. Tepat seperti apa yang diingatkan oleh Paulus. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18). Ada banyak saat dimana saya mengalami pergumulan, namun saya tahu benar hari ini, bahwa tanpa pergumulan-pergumulan yang saya alami dulu, saya tidak akan pernah bisa sampai pada siapa saya hari ini. Berhentilah membanding-bandingkan keadaan kita dengan orang lain. Itu akan membawa kita kepada sebentuk iri hati, yang merupakan buah dari perbuatan daging dan bertentangan dengan buah Roh. (Galatia 5:20-23). Fokuslah kepada apa yang kita miliki saat ini, dan bagikan berkat sesuai dengan apa yang dipercayakan Tuhan saat ini pada kita. Dan diatas segalanya, tetaplah bersyukur.

If you think their grass is greener, change your glasses with the Heavenly ones


Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Fellowship Of Bikers" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke fellowship-of-bikers@googlegroups.com
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke fellowship-of-bikers+unsubscribe@googlegroups.com
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/fellowship-of-bikers?hl=id

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Friday, April 3, 2009

Fw: [FOB] Renungan

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network


From: Samuel Augusto
Date: Fri, 3 Apr 2009 00:31:05 +0800 (SGT)
To: <fellowship-of-bikers@googlegroups.com>
Subject: [FOB] Renungan



renungan harian online

renungan harian 


Learn To Fly


Ayat bacaan: Ulangan 32:11
======================
"Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia."


rajawali belajar terbang, bayi rajawali, induk, belum dewasa secara imanMalam ini saya kembali melihat seekor burung elang melintas rendah tepat di depan mata saya. Saya tahu saya harus kembali menulis mengenai burung elang alias burung rajawali lagi. Saat ini sebenarnya saya sedang siap-siap untuk tidur, hari sudah sangat larut dan menjelang subuh, tapi ayat yang saya jadikan ayat bacaan hari ini tiba-tiba terlintas di pikiran saya dan itu artinya saya harus menuliskan sesuatu malam ini juga sebelum keburu lupa.

Seperti apa burung rajawali mengajarkan anaknya untuk terbang? Dalam sebuah film dokumenter yang pernah saya tonton, jalannya adalah sebagai berikut. Seperti yang saya tuliskan kemarin, burung rajawali biasanya membuat sarang jauh tinggi di atas gunung. Di sanalah biasanya burung rajawali menetaskan telurnya. Pada awal kelahiran, seperti halnya bayi manusia, bayi-bayi burung rajawali akan menghabiskan waktunya dengan makan dan tidur dengan penuh kenyamanan dalam sarangnya. Sang induk pun akan mengurus mereka dengan penuh kasih sayang, mencari makanan dan menyuapi mereka satu persatu. Tapi pada suatu hari, sang induk akan terbang mengitari sarangnya sambil memperhatikan anak-anaknya dengan seksama. Pada suatu saat, sang induk rajawali akan meluncur cepat menuju sarangnya, menabrak sarangnya dan menggoncang dan menggoyang sarang itu. Lalu anaknya akan di ajarkan terbang. Si anak akan berkali-kali jatuh, namun induknya akan dengan cepat meraih anaknya kembali, mengangkat anaknya naik ke atas, dan melepaskannya kembali hingga anaknya terlatih dan siap untuk terbang.

Ada banyak di antara kita yang percaya pada Yesus tapi terus berlaku selayaknya bayi burung rajawali. Kita hanya mau berada di sarang yang nyaman, disuapi terus, diurusi terus tanpa mau melangkah, mau masuk lebih dalam atau mau belajar untuk terbang naik lebih tinggi lagi. Kita takut menghadapi perubahan. Kita hanya mau mendengar firman yang berisi berkat-berkat yang nyaman bagi telinga, dan melupakan ayat-ayat yang mengajarkan untuk bertekun dalam penderitaan. Menganggap Allah penuh kasih ketika senang, tapi ketika masalah datang, Tuhan dalam seketika akan berubah menjadi sosok bengis yang kejam. Apa yang kita baca pada ayat bacaan hari ini sesungguhnya sangat indah. "Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia." (Ulangan 32:11). God Himself wants to teach us how to fly. Ada masa dimana kita harus disuapi dan diberi susu, tapi ada saat dimana kita cukup "dewasa" dan akan dipersiapkan Tuhan untuk berdiri, berjalan dan berlari. Mulai mengepakkan sayap dan terus berusaha untuk naik ke atas. Mulai bertolak dari pinggiran pantai dan masuk ke laut yang lebih dalam. Dalam proses itu, Tuhan sendirilah yang akan menuntun kita. Dia akan menuntun kita hingga kita siap untuk terbang.

Dalam suatu kali Paulus mengingatkan demikian. "Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?" (1 Korintus 3:1-3). Berbagai perselisihan dan saling menjatuhkan di antara sesama anak-anak Tuhan yang banyak terjadi menunjukkan sebuah proses iman yang masih jauh dari dewasa. Mari kita lihat dalam kitab lain. "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat." (Ibrani 5:12-14). Lihatlah masih banyak orang-orang yang seharusnya sudah siap menjadi pelayan Tuhan, namun perilaku, sikap, tindakan dan perbuatannya masih seperti bayi kecil. Bagaimana Tuhan bisa mengajarkan kita untuk naik ke atas, dan menerima begitu banyak janji Tuhan di atas sana, terbang lebih tinggi dari segala permasalahan dan goncangan-goncangan kehidupan, jika kita masih terus saja berlaku seperti bayi?

In times, He wants you to fly. He will personally teach and guide you for that. Kembali pada Ulangan 32, kisah rajawali menggoyang sarang ini didahului oleh ayat berikut: "Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya." (Ulangan 32:10). Dan kemudian setelah ayat bacaan hari ini kita dapati ayat demikian: "Dibuat-Nya dia berkendaraan mengatasi bukit-bukit di bumi, dan memakan hasil dari ladang; dibuat-Nya dia mengisap madu dari bukit batu, dan minyak dari gunung batu yang keras" (ay 14). Lihatlah di padang gurun, ditengah ketandusan dan auman padang belantara, Tuhan ada bersama kita. Dia melatih kita untuk menjadi kuat, untuk mampu terbang tinggi, sehingga kita sanggup melintasi semua ketandusan, kegersangan dan ganasnya kehidupan dan mendapatkan berkat melimpah dari bukit batu dan gunung batu yang keras sekalipun! Itu yang Tuhan sediakan bagi kita. Tapi itu tidaklah bisa kita peroleh jika kita terus menerus berlaku seperti layaknya bayi rajawali. Let's spread our wings and fly!


To be able to fly high first we must learn how to fly


Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger.
Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Fellowship Of Bikers" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke fellowship-of-bikers@googlegroups.com
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke fellowship-of-bikers+unsubscribe@googlegroups.com
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/fellowship-of-bikers?hl=id

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Friday, March 13, 2009

Fw: [FOB] renungan

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network


From: Samuel Augusto
Date: Fri, 13 Mar 2009 13:10:57 +0800 (SGT)
To: <fellowship-of-bikers@googlegroups.com>
Subject: [FOB] renungan



renungan harian

Tiga Tipe Manusia

 

Ayat bacaan: 2 Raja Raja 6:15
=======================
"Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"

tiga tipe manusia, aram, elisa, gehaziSeberapa jauh kita bisa percaya pada penyertaan Tuhan? Ketika hidup sedang aman dan nyaman tanpa masalah, mungkin mudah untuk percaya. Tapi bagaimana jika sedang berada dalam permasalahan, apalagi jika masalah yang dihadapi terasa sungguh berat? Tinggal sedikit orang yang masih bisa percaya dan mau mengandalkan Tuhan. Umumnya orang akan cepat merasa khawatir, cemas dan sebagainya. Keraguan apakah Tuhan akan menolong atau tidak bisa muncul. Tidak hanya itu, bahkan tidak jarang orang mulai meragukan eksistensi Tuhan dalam kehidupannya, atau malah mulai ragu apakah Tuhan benar-benar ada atau tidak.

Dalam kisah Elisa dalam perikop 2 Raja-Raja 6:8-23 mengenai raja Aram yang memerintahkan bala tentaranya untuk mengepung kota dan menangkap Elisa.kita bisa melihat tiga tipe manusia, yaitu tipe orang Aram, tipe Gehazi sang bujang, dan tipe Elisa. Tipe Orang Aram menggambarkan tipikal orang bebal, yang buta total, sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di depan mereka. Tipikal orang Aram tidak akan mampu melihat apa yang terjadi di depannya, dibawa menuju kebinasaan pun mereka tidak tahu. (ay 18-20).

Tipikal Gehazi bisa melihat apa yang terjadi di depan mata, namun tidak tahu harus berbuat apa dan hanya fokus pada masalah sehingga gampang panik. Bayangkan betapa capainya hidup seperti ini. Hanya mengandalkan logika, kepandaian, sepenuhnya bergantung pada segala sesuatu yang kelihatan di depan mata. Perhatikan perkataannya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" (2 Raja Raja 6:15). Gehazi pun dikisahkan merasa panik ketakutan dan langsun berlari pada Elisa. Tipikal Gehazi inilah yang dimiliki oleh banyak anak-anak Tuhan. Mereka seperti halnya Gehazi, hanya bisa melihat apa yang terjadi di depan mata mereka. Mereka percaya Tuhan, tapi saat menghadapi masalah, mereka akan dipenuhi oleh banyak pertanyaan. Mereka hanya berpikir celaka, bingung, diombang-ambingkan keadaan dan hidup penuh keraguan.

Tipe Gehazi tentulah jauh lebih baik dari tipe orang-orang Aram yang hendak menangkap mereka. Gehazi menjadi tenang setelah Elisa berdoa untuk meminta Tuhan membuka mata bujangnya. "Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa." (ay 17). Apa yang dilihat Gehazi setelahnya sungguh luar biasa. Ia melihat ada begitu banyak kuda di sekeliling gunung dan kereta berapi (chariots of fire) di sekeliling Elisa.

Tapi tipe Elisa jauh lebih baik dari tipe Gehazi. Pribadi Elisa sungguh berbeda. Tipe Elisa adalah mampu melihat apa yang tidak dapat dilihat orang lain. Orang yang memiliki tipikal Elisa mampu melihat Tuhan dan tahu bahwa Tuhan jauh lebih besar dari masalah. "Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."(ay 16). Hidup memang tidak akan mungkin tanpa masalah. Masalah akan senantiasa ada dalam perjalanan kehidupan kita. Tapi ingatlah bahwa ada Tuhan yang menyertai kita, dan Tuhan jauh lebih besar dari segala pergumulan yang kita hadapi. Kita harus terus melatih diri kita untuk melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita, karena hanya dengan hidup bersama denganNya lah kita akan mampu menghadapi masalah dengan ketenangan. "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13). Jika kita masih berada pada fase setipe Gehazi, berdoalah seperti Elisa, "Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat."

Tuhan yang kita sembah jauh lebih besar dari masalah terbesar sekalipun


Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Fellowship Of Bikers" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke fellowship-of-bikers@googlegroups.com
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke fellowship-of-bikers+unsubscribe@googlegroups.com
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/fellowship-of-bikers?hl=id

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---