Monday, November 15, 2010
Asuransi yang paling bagus
Anda bingung menentukan asuransi mana yg ingin dibeli?
Saya ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yg pasti tidak mengecewakan.
Berikut fiturnya:
PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:
☑ Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yg tunggal, supaya setiap orang yg percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yg kekal. (Yoh 3:16)
☑ Kesehatan
Dia yg mengampuni segala kesalahanmu,
yg menyembuhkan segala penyakitmu. (Maz 103:3)
☑ Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan & kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Fil 4:19)
☑ Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,
& apa yg Kuberikan tidak seperti yg diberikan oleh dunia kepadamu.
Janganlah gelisah & gentar hatimu. (Yoh 14:27)
☑ Rumah yg Abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.
Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yoh 14:2)
ALASAN IKUT ASURANSI INI:
1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yg mengasuransikan berbagai kehilangan dlm api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yg mencakup area yg kekekalan.
4. Kebijakannya tak pernah berubah.
5. Manajemennya tak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak u/ dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yg membayarkan premi anda.
PREMI
✔ Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Rom 5:8)
✔ Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan
hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Ef 2:8)
✔ Sebab kamu telah dibeli & harganya telah lunas dibayar: Kǝrεnǝ itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (IKor 6:20)
PROSEDUR APLIKASI
Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus & engkau akan selamat!! (Kis 16:31)
Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS
"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"
www.fellowshipofbikers.org
fellowship-of-bikers@googlegroups.com
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Monday, October 25, 2010
Renungan harian online - Menanggapi Firman Tuhan dengan Sepenuhnya
renungan harian online |
| Menanggapi Firman Tuhan dengan Sepenuhnya Posted: 23 Oct 2010 08:00 AM PDT Ayat bacaan: Yohanes 1:12 ========================= "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya" Jika terhadap orang tua kita di dunia kita berbuat demikian, terhadap Bapa pun kita bisa melakukan hal yang sama. Sebagian besar dari kita mungkin sudah sering mendengarkan Firman Tuhan, tetapi apakah kita sudah menanggapi, mentaati dan menghidupinya? Sebagian orang akan terus melakukan hal-hal yang menyenangkan dirinya tanpa mempedulikan apa kata Tuhan mengenai apa yang diperbuatnya. Mendengar Firman cukup lewat kotbah, cukup hari Minggu saja, dan setelah itu mereka akan kembali pada kehidupan duniawinya. Injil bukan lagi hal yang asing bagi kita, tetapi sudahkah kita menangkap esensi dasar dari kebenaran yang terkandung di dalamNya? Sudahkah kita memperhatikan dengan seksama bagaimana kehidupan kita dan menjaganya agar berita luar biasa tentang keselamatan lewat Kristus yang diberitakan lewat Injil tidak sampai luput dari kita? Injil secara fisik mungkin hanya terlihat sebagai sekumpulan tulisan saja. Namun sebenarnya Injil mengandung kebenaran yang mampu menembus hati, yang berasal dari kalimat-kalimat Allah sendiri. Lihatlah gambaran siapa sesungguhnya diri kita, manusia. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23). Ini kondisi yang memperihatinkan. Kita digambarkan sebagai orang-orang berdosa, yang dengan sendirinya membuat kita kehilangan kemuliaan Allah. Semua manusia gagal mencapai standar kebenaran yang sempurna dari Tuhan. Ganjaran dari ini semua jelas, kita seharusnya binasa dengan mengenaskan. Tapi lihatlah bagaimana Tuhan mengasihi kita. Meski semuanya salah kita, Tuhan tidak menginginkan kita berakhir seperti itu. Lalu Injil mengatakan "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16). Atau lihat pula Firman Tuhan lewat Petrus: "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh." (1 Petrus 3:18). Kasih yang begitu besar sanggup menggerakkan Tuhan untuk menebus kita, bahkan dengan mengorbankan AnakNya yang tunggal sekalipun. "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." (1 Petrus 1:18-19). Cerita keselamatan ini bukan lagi hal yang baru bagi kita. Tetapi tentu tidak cukup jika kita hanya mengetahui karya Tuhan yang agung kini tanpa mau mulai berbuat sesuatu untuk menanggapi dan melakukannya secara pribadi, yang berasal dari keputusan kita sendiri. Alkitab berkata: "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." (Yohanes 1:12). Apa yang diberikan Tuhan ini adalah sebuah kasih karunia yang begitu luar biasa besarnya. Dari orang berdosa, yang gagal mencapai standar kelayakan bagi Tuhan, ternyata kita malah diberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita. Tidakkah itu seharusnya mampu menggerakkan hati kita untuk bersyukur dan memutuskan untuk menghargai segala kebaikan Tuhan yang luar biasa itu sepenuhnya? Firman Tuhan juga berkata "Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup." (1 Yohanes 5:12). Ini sebuah jaminan yang diberikan Tuhan kepada kita lewat Kristus. Dengan menerima Kristus, Dia dengan sendirinya telah masuk ke dalam hidup kita, dan dengan demikian kita pun dianugerahkan hidup yang kekal. "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." (Yohanes 14:6-7). Hanya lewat Kristus kita bisa datang kepada Bapa. Hanya lewat Dia kita memperoleh jalan dan kebenaran dan hidup. Hanya lewat Dia kita diselamatkan, dan hanya lewat Dia pula kita bisa mengenal Bapa, bahkan dikatakan telah melihatNya. Sebuah anugerah yang sungguh besar yang alangkah keterlaluan jika kita sia-siakan. Sudahkah kita menanggapi dengan benar dari apa yang diberikan Tuhan kepada kita? Lewat Kristus kita memperoleh keselamatan kekal dan diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Sudahkah kita benar-benar menyadari hal itu? Sudahkah kita menanggapi terang rohani yang telah diberikan Allah kepada kita, dan sudahkah kita menyalurkan terang itu kepada orang-orang di sekitar kita seperti apa yang diperintahkan Tuhan? Mendengar Firman Tuhan itu baik, tetapi alangkah sia-sianya apabila kita tidak menghidupinya. Jangan-jangan kita masih menjadi pendengar yang baik, namun perilaku, tindakan, pikiran dan perbuatan kita sama sekali tidak mencerminkan apa yang telah kita dengar. "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri." (Yakobus 1:22). Patuh terhadap nasihat orang tua merupakan sebuah keharusan demi kebaikan kita sendiri, patuh terhadap Tuhan tentu jauh lebih penting lagi. Hari ini mari kita sama-sama hidup dengan kebenaran firman Tuhan, menjadi pelaku-pelaku firman, menyesuaikan perilaku kita dengan apa yang kita baca atau dengar dari semua tulisan yang diilhamkan Tuhan sendiri yang tercatat dalam Alkitab. Hiduplah sebagai anak-anak Terang, berfungsilah sebagai terang dan garam dunia, dan tetaplah hidup dengan iman teguh akan Yesus,Tuhan dan Juru Selamat kita. Jangan biarkan anugerah luar biasa besar ini menguap sia-sia akibat kebandelan kita. Lewat Kristus kita memperoleh keselamatan kekal dan diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah |
| You are subscribed to email updates from renungan harian online To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Friday, October 8, 2010
Renungan harian online
"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"
www.fellowshipofbikers.org
fellowship-of-bikers@googlegroups.com
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
renungan harian online |
| Posted: 07 Oct 2010 08:00 AM PDT Ayat bacaan: Mazmur 142:3 ===================== "Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya." Apakah anda termasuk orang yang hobi curhat? Jika ya, anda termasuk salah satu dari banyak orang yang tidak suka memendam masalah di dalam hati. Saya pun termasuk orang yang demikian. Ketika ada masalah yang mengganggu pikiran, maka sayapun akan segera membicarakannya dengan orang-orang terdekat, seperti kepada istri saya misalnya, atau sahabat yang bisa saya percaya. Setelah dibicarakan, ada solusi atau tidak biasanya hati akan terasa lebih lapang. Psikolog pun menggunakan cara seperti ini untuk membantu orang-orang yang mengalami gangguan pikiran atau perasaan. Curahan hati dan perasaan biasanya tidak kita tumpahkan kepada semua orang, karena biasanya menyangkut masalah pribadi. Cukuplah orang-orang yang kita percaya dan kenal sangat dekat saja yang mendengar. Jika kita sembarangan bercerita, bukan saja respon yang datang malah bisa melemahkan, atau bisa pula semua yang kita ceritakan akan disebarkan kemana-mana. Bukannya melegakan malah menambah masalah. Kepada orang terdekat pun sebenarnya curhat tidaklah 100% efektif. Bisa jadi mereka tengah sibuk, pikirannya sedang fokus kepada hal lain, atau mereka sedang kecapaian dan sedang tidak mood untuk mendengar keluh kesah kita. Bagaimana pula dengan orang yang tidak mempunyai sahabat dekat? Apakah tidak ada satupun lagi yang bisa diharapkan untuk mendengar keluh kesah kita? Tentu saja ada. Jangan lupa bahwa kita punya Tuhan yang sangat mengasihi kita dan sangat setia akan kasihNya. Kepada Tuhan kita bisa dengan aman menceritakan segalanya, yang paling rahasia sekalipun tanpa harus takut dipermalukan. Selain itu, Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk kita. Dia tidak akan pernah menolak, Dia tidak akan memojokkan kita. Dia tidak membatasi tema atau latar belakang permasalahan yang kita alami yang ingin kita utarakan kepadaNya. Tidak itu saja, Tuhan pun pasti punya solusi atas masalah apapun yang kita alami, bahkan sudah berjanji untuk memberikan kelegaan kepada setiap kita yang berbeban berat. (Matius 11:28). Daud tahu betul bahwa ia punya Tuhan yang akan dengan senang hati menampung segala keluh kesahnya. "Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya." (Mazmur 142:3). Ini ia katakan ketika ia sedang berada dalam pengejaran dan tengah bersembunyi di dalam gua. Dalam keadaan kalut seperti itu, Daud tentu tidak memiliki siapa-siapa untuk diajak bicara atau dimintai pertolongan. Tapi Daud tahu bahwa ia punya Tuhan yang selalu ada bersamanya. Bagi Daud demikian, bagi kita pun tentu sama. Kita bisa datang kapanpun kepada Tuhan untuk menyampaikan keluh kesah kita tentang apapun. Masalah mungkin tidak langsung selesai saat itu juga, tetapi bukankah rasanya sangat melegakan memiliki Sosok yang sangat bisa dipercaya, punya kuasa mengatasi apapun, dan yang selalu siap menampung ungkapan hati kita kapan saja dan dimana saja? Seperti halnya kepada sahabat kita, membangun kedekatan dengan Tuhan merupakan satu faktor mutlak yang akan membuat kita selalu ingat untuk datang kepada Tuhan ketika kita menghadapi persoalan apapun. Daud kita kenal sebagai orang yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Tuhan sejak kecil. Saya yakin sejak kecil ia sudah mempercayakan Tuhan sebagai Sosok terdekat untuk diajak curhat mengenai apapun. Dan Daud pun telah merasakan segala manfaatnya secara langsung. Karena itulah ia bisa berkata "Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku." (Mazmur 62:2). Berbagai pengalaman pribadinya dalam hal berbagi dengan Tuhan jelas banyak, dan kita bisa melihat semua itu dalam Alkitab. Bukan hanya Daud saja, tetapi banyak tokoh-tokoh lain dalam Alkitab pun mengalami hal itu, bahkan ada banyak orang dari masa ke masa hingga hari ini sekalipun memiliki kesaksian mereka tersendiri mengenai hal ini. Pemazmur mengatakan: "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2). Sejak jaman dulu kepedulian Tuhan sudah sangat terbukti, hingga hari ini pun kita masih terus melihat buktinya lewat banyak kesaksian orang lain atau kesaksian kita sendiri. Tuhan tahu bahwa curhat merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Dia tidak pernah terlalu sibuk atau malas untuk mendengarkan suara anak-anakNya. Dia adalah Bapa yang setia, Bapa yang baik, Bapa yang penuh kasih yang selalu ada bersama kita dalam setiap saat. Ada kalanya kita tidak bisa berkata apa-apa akibat beratnya beban yang menimpa kita, dan Tuhan pun tahu bahwa keadaan seperti ini bisa menimpa kita kapan saja. Dan lihatlah bagaimana kepedulian Tuhan akan hal ini. Ada Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita yang akan sangat membantu ketika kita berada dalam situasi seperti itu. "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." (Roma 8:26). Baik secara langsung maupun lewat Roh, Tuhan akan selalu siap mendengarkan kita, memberi kelegaan bahkan jawaban atau solusi atas masalah seberat apapun. Apapun masalah yang menimpa anda, ingatlah bahwa ada Tuhan yang selalu menyediakan diriNya sebagai tempat kita menumpahkan curahan hati kita. Tuhan bisa kita percaya dan tidak akan pernah gagal untuk diandalkan. Dia siap mendengarkan anda hari ini. Maukah anda datang kepadaNya dan menceritakan apa yang anda alami hari ini? Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya berbeban berat sendirian |
| You are subscribed to email updates from renungan harian online To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Monday, October 4, 2010
Renungan harian online
Posted: 03 Oct 2010 08:00 AM PDT
Ayat bacaan: Mazmur 92:15 ===================== "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar"
Sebuah pohon mangga yang sudah tua tumbuh tidak jauh dari tempat saya mengajar. Meski sudah tua tapi pohon itu masih menghasilkan buah yang besar-besar. Jumlah buah yang dihasilkan pun terlihat tidak sedikit. Pohon mangga itu mengingatkan saya pada usia produktif manusia. Berapa lama sebenarnya kita berada dalam batasan usia yang dianggap produktif? Jika melihat lowongan pekerjaan di koran batasan usia akan terlihat menjadi semakin singkat. Jika anda berusia 35 tahun saja, itu artinya lowongan pekerjaan yang masih memungkinkan bagi anda sudah berkurang jauh. Malah tidak jarang saya melihat batasan usia yang lebih ketat lagi, maksimal 30 tahun. Kita tidak bisa menghentikan waktu. Waktu akan terus berjalan dan sehubungan dengan itu kita pun akan terus semakin tua. Saat ini saya hampir memasuki dasawarsa ke empat dari usia saya. Tapi apakah itu artinya saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi? Dunia mungkin memberi batas untuk kita, tetapi tidak bagi Tuhan. Berapapun umur kita, Tuhan tetap menjanjikan kasih dan kesempatan untuk terus berbuah. Tuhan akan tetap bisa memakai anda secara luar biasa tanpa melihat berapapun umur anda sekarang. Pemazmur menulis seperti ini: "Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita." (Mazmur 92:13-14). Itu janji Tuhan terhadap orang-orang benar. Mereka yang tertanam dan berakar dalam Tuhan akan tetap bertunas dan tumbuh subur. Sampai kapan? Adakah batas usia untuk kita bertunas dan bertumbuh? Alkitab berkata tidak ada. Lihat ayat selanjutnya, "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar" (ay 15) Hingga masa tua sekalipun, kata firman Tuhan orang-orang benar ini akan terus bertumbuh subur, malah dikatakan masih berbuah, bertambah gemuk dan segar. Masuk akalkah hal ini? Tenaga manusia memang akan menurun. Kemampuan secara umum akan menurun. Kita memang tidak bisa melawan hukum alam mengenai kondisi fisik manusia sejalan dengan usia. Namun itu bukan berarti kita harus pula berhenti berbuah. Bagaimana bisa? Ayat berikut menjelaskan bagaimana itu bisa dimungkinkan. "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu." (Yesaya 46:4). Kekuatan kita terbatas dan akan menurun, tetapi kekuatan Tuhan tidak akan pernah berkurang. Dan Tuhan menyatakan siap menggendong dan memikul serta menyelamatkan kita sampai seluruh rambut kita putih sekalipun. Ini janji Tuhan. Artinya jelas, Tuhan tetap memiliki rencana bahkan ketika kita sudah tua dan lemah, Tuhan tetap mau pakai kita tanpa melihat umur dan kemampuan kita. Dalam Alkitab kita bisa melihat banyak contoh mengenai orang yang dipakai hingga tua, malah ada pula yang dipakai justru setelah tua. Abraham misalnya. Ia menerima semua janji Tuhan di usia senja, dimana bagi dunia ia mungkin tidak lagi berarti apa-apa. Tapi Alkitab mencatat dengan jelas: "Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal." (Kejadian 24:1). Dan pada kondisi Abraham yang telah tua inilah ia menerima janji akan keturunan. Kapan ia menuai janji itu? Beberapa puluh tahun kemudian, di usia yang sudah sangat lanjut. Nuh juga dipakai pada usia lanjutnya. Dia bahkan harus bekerja keras membangun bahtera. Mengeluhkah Nuh? Sama sekali tidak. Ia setia dan terus melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Membangun kapal besar, mengumpulkan seluruh hewan sepasang-sepasang. Itu sama sekali tidak gampang, apalagi harus dilakukan ketika secara fisik kondisi tubuh sudah sangat menurun. Kita yang muda saja rasanya tidak sanggup, tapi Nuh bisa. Dan itu karena Allah yang setia tetap berada besertanya, menggendongnya dan memikulnya, sehingga ia sanggup melakukan hal yang bagi dunia akan terlihat sangat mustahil. Kaleb pun sama. Lihat apa katanya ketika ia hendak menuai janji Tuhan. "Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk." (Yosua 14:10-11). Bagaimana orang berusia 85 tahun masih sanggup berkata seperti itu, siap untuk berperang? Dari ketiga tokoh ini kita bisa melihat betapa luar biasanya ketika kita menjadi orang benar yang tertanam di pelataran Allah. Tidak ada kata layu, tidak ada kata habis, malah semakin gemuk dan segar menghasilkan buah-buah yang matang. Mengapa Tuhan harus memakai orang-orang tua
"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tuesday, September 28, 2010
RE: [FOB] Fw: renungan harian online
Terima kasih infonya Bung Mike, GBU
From: fellowship-of-bikers@googlegroups.com [mailto:fellowship-of-bikers@googlegroups.com] On Behalf Of michaelsahertian@gmail.com
Sent: Tuesday, September 28, 2010 8:27 AM
To: Milis FOB; Blog GW; Blogger FoB
Subject: [FOB] Fw: renungan harian online
Renungan yang bagus untuk kita semua
"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
From: renungan harian online <secretmindnet@yahoo.com>
Sender: noreply+feedproxy@google.com
Date: Tue, 28 Sep 2010 01:02:35 +0000
To: <michaelsahertian@gmail.com>
Subject: renungan harian online
renungan harian online | |
| Posted: 27 Sep 2010 08:00 AM PDT Ayat bacaan: Filipi 2:5 |
| You are subscribed to email updates from renungan harian online | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, | |
Fw: renungan harian online
"Riding and Testifying 'till the Kingdom Comes"
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
renungan harian online |
| Posted: 27 Sep 2010 08:00 AM PDT Ayat bacaan: Filipi 2:5 ================= "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." Seorang siswa saya kemarin menceritakan sebuah pengalamannya yang unik. Ia sedang berjalan kaki di sebuah trotoar jalan. Sayup-sayup ia mendengar suara tangisan anak bayi, yang katanya jelas terdengar seperti tangisan bayi yang baru lahir. Ketika ia mencari sumber suara, tampaklah olehnya seorang bayi kecil yang hanya dibungkus koran, terletak sendirian di belakang semak-semak. Tidak lama kemudian sang ibu yang ternyata seorang pengemis datang kesana. Anaknya baru lahir dua bulan, dan ia pun masih terlihat sangat pucat. Siswa saya lalu tergerak oleh rasa belas kasihan dan kemudian memberi seluruh uang di kantongnya, sejumlah Rp 150.000 yang seharusnya dia pakai untuk membayar tes penyaringan masuk di sebuah universitas. Akibat membantu si ibu, ia harus melupakan tes itu, dan ia pun harus berjalan kaki untuk masuk ke kelas dimana saya mengajar. "Capai pak, dan sayang memang harus gagal mengikuti tes, tapi saya merasa sangat lega.." katanya sambil tersenyum. Ia bercerita bahwa si ibu mengucapkan terima kasih sambil menangis terisak-isak. Si ibu dan anak bayi ini hanyalah satu dari ribuan kasus yang sehari-hari terjadi di sekitar kita. Semakin sulitnya kehidupan di muka bumi ini membuat kita semakin mudah menemukan orang-orang yang tengah dihimpit beban hidup dalam berbagai rupa. Siswa saya memilih untuk melakukan perbuatan baik, tetapi ada banyak orang lain yang tidak mau ambil pusing dalam situasi seperti ini. Welcome to the self-centered world. Sebuah kehidupan dunia yang berisikan orang-orang yang hanya berjuang untuk keselamatan dirinya sendiri. Apapun akan dilakukan, kalau perlu orang lain pun akan dikorbankan demi mencapai tujuan pribadinya sendiri. Dalam dunia yang seperti ini, apa yang dibuat siswa saya tentu sangat langka dan sulit dipercaya. Saya bertanya dalam hati saya, seandainya saya ada di sana waktu itu, akankah saya melakukan hal yang sama, menyerahkan seluruh uang di kantong saya untuk menolong sang ibu dan bayinya? Apakah anda juga akan melakukan hal seperti itu? Sebagai pengikut Kristus kita seharusnya melakukan hal yang sama. Dalam surat Filipi 2:1-11 kita bisa membaca pesan penting mengenai hal ini. "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan." (Filipi 2:1). Belas kasihan, penghiburan kasih itu ada di dalam Kristus. Dan oleh karenanya kita sebagai pengikut-pengikut Kristus pun seharusnya sehati, sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, (ay 2) "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri." (ay 3). Kita digugah untuk berhenti mementingkan diri sendiri tetapi harus mulai memkirikan orang lain pula. "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (ay 4). Mengapa demikian? Perhatikanlah ayat selanjutnya "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (ay 5). Yesus yang pada dasarnya sama dengan Allah rela melepaskan semuanya. Mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan kemudian merendahkan dirinya sedemikian rupa hingga mati di atas kayu salib demi kita semua, orang-orang yang masih berada dalam jerat kebinasaan. Betapa besarnya kasih dan pengorbananNya untuk kita semua. Apabila kita menyatakan diri sebagai sahabat-sahabatNya, sudah seharusnya kita pun melakukan hal yang sama, menaruh pikiran dan perasaan kita seperti apa yang dirasa atau dipikirkan Yesus. Ingatlah bahwa Yesus tidak memandang orang ketika menaruh belas kasihan. Dia siap membantu siapapun tanpa terkecuali selama keberadaanNya dalam rupa seorang hamba di muka bumi ini, bahkan orang-orang asing sekalipun. Dan ingat pula, bukankah Yesus mati untuk menebus dosa seluruh umat manusia dan bukan hanya untuk segelintir orang saja? Jika belas kasih Kristus itu tanpa batas, kita sebagai pengikutNya pun harus memiliki kepedulian dan belas kasih yang sama terhadap sesama kita. Kita memang tidak diselamatkan oleh perbuatan baik yang kita lakukan. Itu benar. Dalam Titus dikatakan "Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita." (Titus 3:4-7). Bukan perbuatan baik yang menyelamatkan kita, tetapi bukan berarti kita bisa berpangku tangan untuk tidak melakukan apapun yang baik. Seperti yang pernah saya katakan, kita bukan diselamatkan OLEH perbuatan baik, tetapi kita diselamatkan UNTUK melakukan perbuatan baik. Begitu pentingnya untuk menyatakan kasih Kristus yang mengalir dalam diri kita kepada sesama kita yang membutuhkan bantuan, sehingga bahkan dikatakan "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat." (Ibrani 13:2). Tumpangan kepada orang dalam bahasa Inggrisnya dikatakan "extend hospitality to strangers." Artinya kita harus siap berbuat baik, doing the kindness bahkan kepada orang yang tidak kita kenal sekalipun alias orang-orang asing. Siapa tahu, satu ketika nanti kita malah menjamu para malaikat tanpa sadar. Firman Tuhan berkata bahwa "..tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Timotius 3:17). Dia sudah melengkapi kita untuk melakukan itu semua. Alangkah keterlaluan apabila semua itu hanya kita pendam sendiri untuk kepentingan pribadi. Pengorbanan yang dilakukan oleh siswa saya itu belumlah sebanding dengan apa yang diberikan Kristus untuk kita semua, tetapi tetap apa yang ia perbuat merupakan sesuatu yang luar biasa yang patut kita puji dan teladani. Menjadi pengikut Kristus berarti menaruh diri kita untuk sepikiran dan seperasaan dengan Kristus. Sudahkah anda menoleh ke sekeliling anda? Ada banyak orang yang saat ini tengah terjepit kesulitan hidup. Ada banyak yang kehilangan harapan, tidak lagi memiliki sukacita dalam hatinya. Anda mungkin bisa berkata, "tapi saya tidak mengenal mereka, buat apa saya harus peduli?" Itu tidak akan pernah cukup sebagai alasan. Saya yakin apabila Yesus masih berjalan di muka bumi hari ini, Dia akan menunjukkan belas kasihNya kepada mereka, siapapun atau apapun latar belakangnya tanpa terkecuali. Sebagai pengikut Kristus, apa yang bisa anda bisa anda perbuat hari ini untuk mereka? Menjadi pengikut Kristus artinya sepikiran dan seperasaan dengan Kristus Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho |
| You are subscribed to email updates from renungan harian online To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Saturday, July 17, 2010
Renungan Harian Online - Renungan yang bagus nich ...
renungan harian online |
| Posted: 16 Jul 2010 08:00 AM PDT Ayat bacaan: Ibrani 10:25 ===================== "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." Sebagai manusia kita tidak mampu hidup sendirian. Dalam kehidupan kerohanian kita pun demikian. Kesadaran bahwa kita tidak diciptakan sendirian, we are not made to live alone, penting untuk kita miliki dalam menjalani kehidupan kita. Hidup ini penuh perjuangan, termasuk pula kehidupan rohani kita yang harus terus berjuang melawan arus dunia dengan segala penyesatan di dalamnya. Segala tantangan dan kesulitan yang kita hadapi ketika melewati hari demi hari ini tentu sangat melelahkan dan selalu berpotensi membuat kita menyerah dan putus asa. Oleh karena itulah kita seharusnya sadar bahwa kita tidak boleh berjuang sendirian. Kita harus menghadapinya bersama-sama dengan rekan-rekan seiman yang bisa saling mendukung, saling bantu, saling menasihati, menegur dan menguatkan. Penulis Ibrani mengingatkan hal ini dengan jelas. "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25). Apakah itu di gereja, persekutuan dan sebagainya, itu akan sangat berguna untuk dipakai sebagai sarana untuk menjalankan prinsip saling di atas. Kita akan lebih kuat apabila kita bertumbuh bersama-sama. Selalu saja ada alasan yang bisa kita pakai untuk melewatkan waktu-waktu persekutuan. Banyak tugas, sibuk, lelah, kurang sehat, atau hujan akan menggoda kita untuk melewatkannya. Padahal kita akan kehilangan banyak hal apabila kita melewatkan sekali saja. Pengkotbah meningatkan "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka." (Pengkotbah 4:9) Dan ayat selanjutnya berbunyi "Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!" (ay 10). Tidak peduli sekuat apapun kita, kita selalu butuh kehadiran saudara-saudari seiman yang akan siap menolong kita bangkit ketika terjatuh, siap menguatkan di kala lemah, siap meringankan ketika kita berbeban, memberi penghiburan ketika kita berduka. Sebaliknya di lain waktu, kita pun harus siap melakukan ini ketika mereka membutuhkannya. Semangat kebersamaan dalam bertumbuh ini pun sangat penting di mata Tuhan. Firman Tuhan berkata "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2). Hukum Kristus akan kita penuhi apabila kita peduli satu sama lain, saling bertolong-tolongan dalam segala hal. Tuhan tidak menciptakan kita untuk menjadi individu-individu yang egois, kita diciptakan sebagai mahluk sosial yang harus saling isi satu sama lain untuk menuju ke arah yang lebih baik. Lihatlah dalam kitab Kejadian, dengan tegas Tuhan berkata: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja." (Kejadian 2:18). The Lord said "IT IS NOT GOOD." Ini artinya kebersamaan dalam bertumbuh, semangat kepedulian yang berisi prinsip saling bertolong-tolongan ini merupakan sebuah keharusan yang penting dalam kehendak Tuhan bagi kita. Ada saat dimana kita lemah, bukankah indah apabila kita tahu ada teman-teman yang tidak akan membiarkan kita jatuh? Atau sebaliknya, tidakkah indah jika kita bisa menjadi embun penyejuk dan berkat bagi teman kita yang sedang kesusahan? Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti persekutuan, jangan pula melewatkan beribadah bersama, memuji dan menyembah Tuhan, merasakan hadirat Tuhan bersama-sama dengan keluarga dan saudara seiman. Ada banyak manfaat yang bisa dipetik dibalik itu, dan itu akan menutupi begitu banyak kelemahan kita sebagai manusia yang tidak sempurna. Temukan komunitas yang tepat bagi anda, temukan "habitat" anda, dan bertumbuhlah disana. Kelak anda akan merasakan betapa beruntung dan bahagianya memiliki sebuah komunitas yang erat. Let's give the morning call to each other. Bersekutulah dengan sesama saudara seiman dalam pertumbuhan iman |
| You are subscribed to email updates from renungan harian online To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tuesday, June 29, 2010
Tuhan menjawab pada waktuNya bukan waktu kita
Gw mau share nich. Utk yg sering datang KopDar pasti dah tahu kl gw ngelamar di perusahaan konsultan manajemen dari luar negeri dgn nama IMPAC.
Pada saat itu stlh interview via skype gw akhirnya lolos ke step berikutnya yaitu menjalani Test Online ... Test itu harus gw selesaikan dlm jangka waktu 2 minggu terdiri dari 7 Bab dan beberapa sub bab mereka minta gw utk selesaikan dgn nilai min 80 % dan Puji Tuhan I scored 92,4 %. Seharusnya gw dpt kabar kelanjutan dari proses ini sejak dari 1 - 2 bulanan lalu. Tapiiiiiii ... Selama itu gw gk dpt jawaban apa2 ... Gw coba hub personalia utk Asianya dan jawaban yg gw terima adlh mrk msh nunggu kepastian dari klien mereka. Dan selama bbrp minggu semua panggilan via skype gw gk pernah dijawab.
Pagi ini gw sm Istri doa utk usaha cuci helm, cutting stiker dan lampu LED yg lg gw rintis, intinya gw mau Tuhan memberkati usaha gw ini (thx for the share Sis Jo ... Gw diingatkan utk lakukan ini) dan gw juga bawa ttg IMPAC di doa gw ... Gw cuma bilang semua jawabanMu adalah baik untuk gw ... Diterima atau tidak adalah keputusanMu dan gw akan bersyukur utk itu apapun jawabannya ... And guess what ??? Gw dpt email siang ini yg blg bahwa gw lolos ke next interview di Kamis besok tgl 1 Juli 2010 .... Gilaaaa ... !!! Bro and Sis, gw speechless ... Gw gk nyangka dpt jawaban secepat ini ... Bener2 Tuhan jawab pertanyaan gw ... In His time NOT MINE. Disaat gw sendiri berpikir gw gk lolos dan kyknya gk bkl ada jawaban malah Dia ksh jawaban.
Lesson learned :
"Jangan pernah putus asa, bertekunlah dalam doa dan selalu berpengharapan karena Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan BUKAN yg kita minta didalam waktuNya bukan waktu kita"
"For with HIM everything is possible"
Have a blessed day Bro and Sis
Regards,
Michael S.
michaelsahertian.blogspot.com
Sent from my BlackDragon® smartphone support by Christ Almighty ™
Thursday, June 17, 2010
A Self Reflection - Part II
"To forgive and forget" … hmmm mendengar atau membaca kalimat ini membuat saya teringat dengan text lagu yang dinyanyikan oleh salah satu grup band yang cukup terkenal beberapa tahun lalu "The Corrs" yang kira – kira bunyinya begini "…… you're forgiven not forgotten …. " Kenapa sich kadang kita bisa memberikan maaf kepada seseorang tapi tidak bisa melupakan ? Dan kenapa kita HARUS memaafkan dan melupakan ??? Apa sich bedanya ??? Mari kita coba telaah yach …. (saya coba angkat dari kisah Daud – pasti semua tahu doong siapa Daud ??)
Pada masa – masa awal perjalanan (pembentukan) Daud menjadi seorang Raja Israel, dia diperhadapkan pada situasi yang sangat sulit. Dari mempunyai pasukan, jabatan dan istri yang cantik (anak dari Raja Saul) menjadi seorang buronan kerajaan yang disebabkan oleh kecemburuan Raja Saul karena Daud LEBIH DIBERKATI, LEBIH DICINTAI oleh Tuhan dan oleh rakyat Israel. Tetapi, di sisi lain, Alkitab juga mencatat bahwa Daud sebenarnya mendapatkan dua kesempatan untuk membunuh Raja Saul :
1. Yang pertama di dalam sebuah gua di wilayah En Gredi. Dimana pada saat Raja Saul membuang hajat di dalam gua yang dimana Daud dan orang-orangnya bersembunyi … tetapi apa yang terjadi ??? Daud tidak mau melakukan itu, ia hanya memotong pucung jubah yang dikenakan oleh Saul, itupun membuat dia merasa bersalah, karena dalam pandangannya, Raja Saul merupakan orang yang diurapi oleh Allah.
2. Tidak lama setelah itu Raja Saul, kembali melakukan pengejaran terhadap Daud, tetapi karena penyertaan Tuhan, sekali lagi Daud mendapatkan kesempatan untuk membunuh Raja Saul pada saat dia dan pasukannya sedang tertidur lelap, kembali disini kita melihat kebesaran hati Daud, ia tidak mencabut nyawa Raja Saul tetapi hanya mengambil tombak dan kendi milik sang Raja.
Kenapa dua kesempatan tersebut dilewatkan oleh Daud, alasannya sederhana … KARENA Saul adalah orang yang diurapi oleh Tuhan. Di sisi lain Daud adalah juga orang yang diurapi oleh Tuhan, hal ini membuat saya percaya bahwa Tuhan lah yang menguasai pikiran Daud (coba teman – teman baca I Samuel 24 – 25, teman teman akan mendapatkan kata – kata .. TUHAN akan ……. TUHAN menyerahkan …….. orang yang diurapi TUHAN …… dimata TUHAN).
Teman – teman, pada saat saya membaca ini saya jadi berpikir tentang orang – orang yang menimbulkan penderitaan di dalam hidup saya. Kadang mudah untuk memberikan pengampunan kepada teman – teman kita, tetapi untuk memberikan pengampunan kepada mereka yang sudah menyebabkan saya menderita ??? Hmmmmm …. NANTI DULU … "You're forgiven but not forgotten !!!" Saya bukanlah orang yang diberkati dengan hati yang mengampuni, untuk beberapa orang mungkin hal itu merupakan hal mudah, memberi maaf, tidak pernah menyimpan dendam atau sakit hati mereka, tapi itu bukan saya … Boro – boro memberikan maaf, jika saya "dipotong" oleh seseorang pada saat saya mengendarai motor, atau berhadapan dengan orang yang mengendarai kendaraan dengan "sruntulan", mengendarai kendaraannya melawan arah lalu lintas, menerobos lampu merah …. Sudah dapat dipastikan jika tidak bisa diberitahu baik – baik pasti akan saya berikan banyak sekali "kasih" (baca : saya kasih banyak makian, pukulan dan tendangan) Tetapi saya diingatkan tentang hal ini oleh Tuhan pada saat saya membaca buku "Facing Your Giants" karangan Max Lucado. Dan saya membaca kisah ini di BAB 6, hati saya terpukul dengan kutipan ayat yang diambil dari Ayub 5:2 - "Sesungguhnya orang bodoh dibunuh oleh sakit hati,dan orang bebal dimatikan oleh iri hati"
Pembalasan dendam memusatkan perhatian kita pada saat – saat paling buruk dalam kehidupan kita. Membuat perhitungan akan terus membuat pandangan kita tertuju pada peristiwa – peristiwa kelam di masa lampau. Inikah yang ingin kita lihat ? Apakah dengan mengulang – ulang dan menghidupkan kembali sakit hati kita (bisa saja dipicu pada saat kita mendengar lagu, kata – kata, atau apapun yang mengingatkan kita akan orang tersebut) akan menjadikan kita sebagai manusia yang lebih baik ? Jawabannya TIDAK !!! Hal tersebut malah justru akan merusak kita.(1)
Orang – orang yang telah menyakiti hati kita akan tetap berada dalam rencana Allah. Jika dia masih hidup, maka hal itu merupakan buktinya: Allah belum putus asa mendidik mereka. Bisa saja mereka tidak mengikuti kehendakNya, keluar dari ajaranNya, TETAPI mereka TIDAK PERNAH keluar dari jangkauanNYA (seperti kisah kera sakti pada saat pertama kali dipanggil oleh Buddha untuk menemani sang biksu suci memulai perjalanan ke barat mencari kitab suci, dia tidak bisa melepaskan diri dari telapak tangan Buddha …. Teman – teman yang Buddha saya pinjam yach analoginya … hehehehehehehe …) Kita menghormati Tuhan jika kita memandang mereka bukan sebagai kegagalanNya, melainkan sebagai bagian dari rencanaNya.
Pembalasan dendam merupakan hakNya, hanya Dia yang memutuskan segala perkara dengan cermat, serahkanlah orang – orang yang sudah menyakiti kita, membuat luka dalam hati kita ke hadapan NYA. Kita bisa membenci apa yang sudah dilakukan oleh orang tersebut tanpa harus membiarkan kebencian merongrong hidup kita.
Pengampunan bukanlah kebodohan. Pengampunan pada intinya ialah memilih untuk memandang orang yang menyakiti kita dengan mata yang berbeda. Mengampuni berarti meneruskan perjalanan, tidak memikirkan pelanggaran itu lagi.Kita hanya mengarahkan pikiran kita tentang mereka ke surga, kita memandang orang – orang tersebut sebagai anak Allah dan pembalasan dendam sekali lagi merupakan tugas Allah.(2)
Jadi sekarang bisa doong "Forgive and Forget ???" bukan lagi "Forgiven but not forgotten ?"
Kita harus memberikan pengampunan karena kita sendiri telah diampuni.
Kita, seperti Raja Saul, sudah diberi pengampunan disisi lain kita juga seperti Daud, dapat memberikan pengampunan dengan leluasa.(3) Sama - sama belajar yuuuks ...
(1),(2),(3) Facing Your Giants, by Max Lucado
michaelsahertian.blogspot.com
Sent from my BlackDragon® smartphone support by Christ Almighty ™
Tuesday, June 1, 2010
Hasil Fellowship FoB 28/05/2010
Ada bbrp hasil dari Fellowship FoB 28/05/2010, sbb :
1. KopDar FoB tiap Rabu tetap ada dgn setiap hari Rabu Minggu Pertama di House of FoB - Petukangan
2. Krn banyak yg komplain tidak bs kumpul di hari Rabu, kita coba utk menggeser ke hari Jumat ... Mulai diperkenalkan di Jumat minggu pertama, FoB kumpul di Rumah Cing Mamat (blkg Kantor Walikota Jakarta Selatan yg baru)
3. Fellowship tiap Jumat minggu ke 2 dan ke 4
4. Di Minggu ke 4 Latihan VG FoB pukul 19:00 WIB di Tnh Abang (sblm Fellowship) dilatih oleh Bung Jerry Paays
5. Tim DoPel (Doa & Pelayanan) FoB telah dibentuk dgn Koordinator sementara Bro Michael
6. FoB akan mengadakan BakSos dgn Koordinator Cing Mamat dan Bro Michel Kotten.
7. FoB akan membuka hubungan dgn Bikers for Christ Indonesia (dijembatani oleh Sis Jo)
Mudah2an FoB bs semakin bertumbuh dan menjadi saksi hidup bagi pelayanan Tuhan.
"Riding and Testifying 'till The Kingdom Comes"
www.fellowshipofbikers.org
Sent from my FoBerry® smartphone powered by Christ Almighty
Wednesday, May 19, 2010
Fwd: renungan harian online
renungan harian online |
| Posted: 18 May 2010 08:00 AM PDT Ayat bacaan: 1 Samuel 17:45 ========================= "Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu." Apa raksasa yang anda hadapi hari ini? Mungkin kegagalan, penyakit, kemelut rumah tangga, kesulitan keuangan atau kebiasaan buruk yang tidak pernah bisa dihilangkan, atau jenis-jenis kesusahan lainnya. Seringkali masalah-masalah ini menakutkan kita seperti halnya kita menghadapi raksasa yang secara logika tidak mampu kita atasi. Sehebat apapun usaha kita, masalah itu sepertinya tidak terkalahkan. Tapi sebenarnya alkitab berbicara banyak mengenai hal ini, dan ada sebuah kunci yang bisa menjadi senjata andalan kita dalam memenangkan pertarungan melawan raksasa-raksasa ini. Mari kita lihat sejenak apa yang terjadi ketika Musa mengutus selusin pengintai untuk mengamati tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan, yang berlimpah susu dan madunya seperti yang tercatat dalam Bilangan 13. Setelah mengintai, 10 dari 12 orang itu merasa pesimis karena ternyata bangsa yang berdiam disana merupakan orang-orang raksasa. .."Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami." (ay 32-33). Secara logika tentu tidak mungkin seekor belalang mampu melawan raksasa yang jauh lebih besar bukan? Lalu mari kita pindah ke jaman Daud muda. Ketika itu, bangsa Israel pun menghadapi raksasa. Tidak main-main, di antara para prajurit Filistin ada seorang raksasa berukuran enam hasta sejengkal (kira-kira 3 meter) yang juga membuat para prajurit Israel ketakutan. Yang lain boleh takut, tapi tidak bagi Daud. Daud sepertinya adalah orang terkecil disana, yang bahkan tidak diikutsertakan dalam barisan. Tapi lihatlah ia tampil dengan penuh keyakinan untuk menghadapi seorang raksasa yang jauh lebih besar dari dirinya. Para pengintai di masa Musa dan para prajurit Israel di jaman Daud muda sama-sama melihat raksasa. 10 dari 12 pengintai berpendapat sama dengan prajurit-prajurit Israel. Mereka sudah kalah sebelum bertempur. Tapi tidaklah demikian bagi Daud. Dan ini menjadi kunci utama bagaimana agar bisa menang menghadapi raksasa. Perhatikan apa kata Daud. "Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu." ( 1 Samuel 17:45). Kita bisa melihat bahwa Daud mampu yakin menang menghadapi raksasa yang berukuran jauh lebih besar darinya karena ia tahu pasti bahwa Tuhan ada bersamanya. Jika Tuhan ada bersamanya, maka tidak ada raksasa apapun, sebesar apapun, yang akan sanggup melawan. Pekerjaannya sebagai penggembala kambing dan domba sepertinya ringan, namun ternyata dalam pekerjaan itupun Daud sering menghadapi bahaya yang jauh lebih besar dari kemampuannya. Tapi lihatlah bahwa Daud sadar betul penyertaan Tuhan sanggup membuat perbedaan. Daud berkata: "Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." (ay 36). Apakah karena kekuatan Daud sendiri? Tidak. Daud tahu bahwa semua itu mungkin ia lakukan karena ada penyertaan Tuhan dalam hidupnya. "Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." (ay 37). Dan kita tahu bagaimana akhir dari cerita itu. Daud sukses mengalahkan Goliat, seorang raksasa, dan kuncinya adalah penyertaan Tuhan. Ada banyak raksasa yang harus kita hadapi dalam hidup ini, yang seringkali membuat kita takut dan menyerah sebelum mulai melakukan sesuatu. Ingatlah bahwa kita memiliki senjata andalan untuk menghadapi itu semua. Tuhan menyertai Daud, dan Daud mampu mengalahkan raksasa. Hal yang sama pun bisa terjadi bagi kita. Sekali lagi, kuncinya adalah penyertaan Tuhan yang jauh lebih besar kuasanya dari apapun juga di dalam hidup kita. Yesus mengatakan "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20a). Dan lewat Kristus kita pun telah dianugerahi Roh Kudus yang akan selalu menyertai kita. "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya" (Yohanes 14:16). Ada Tuhan yang selalu bersama dengan kita, dan itu akan memampukan kita untuk menghadapi raksasa-raksasa dalam hidup kita. Apapun raksasa yang anda hadapi hari ini, apakah itu beban masalah, konflik keluarga, kegagalan, masalah keuangan atau kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan dan sebagainya, percayalah anda mampu menghadapi itu semua. Bukan dengan kuat dan gagah diri sendiri, tetapi dengan adanya penyertaan Tuhan. Firman Tuhan jelas berkata "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Lukas 1:37). Atau dalam bahasa Inggrisnya dikatakan lebih jelas lagi: "For WITH GOD nothing is ever impossible and no word from God shall be without power or impossible of fulfillment." Perhatikan kata "WITH GOD", alias "DENGAN ALLAH". Tidak ada yang mustahil jika kita bersama dengan Tuhan, termasuk menundukkan raksasa-raksasa yang tengah mempersulit hidup anda. Jangan biarkan raksasa manapun menakut-nakuti diri anda. Tuhan menjanjikan kemenangan, dan jangan biarkan siapapun merampas kemenangan itu dari diri anda. Raksasa mana yang saat ini menguasai diri anda? Kalahkanlah raksasa itu hari ini juga. Tidak ada raksasa yang mampu mengalahkan kita jika kita berjalan bersama dengan Tuhan |
| You are subscribed to email updates from renungan harian online To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tuesday, May 18, 2010
"Aku berdoa supaya tidak menangis"
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki.. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya
sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.
Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat… Semua mobil tu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo..ayo… cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka.
Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai.
Dan…
Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya.
Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.
Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.
Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian.
Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.
Amin….
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Friday, May 14, 2010
A Self Reflection - PART I
Pekerjaan saya membuat saya berhubungan dengan banyak orang dan akhirnya membuat saya mempunyai kesempatan untuk mengenal karakter dari masing – masing orang. Setiap kali saya akan memulai suatu training (kepada klien maupun kepada karyawan baru) atau presentasi kepada calon customer saya, biasanya saya selalu bertanya kepada mereka tentang kondisi mereka saat ini dan bandingkan dengan beberapa tahun kebelakang lalu tanyakan pada diri sendiri apakah kondisi kita saat ini lebih baik, tidak ada perubahan atau bahkan mengalami kemunduran. Jawabannya ber variasi rata – rata menyatakan mereka lebih baik, tetapi ada juga yang tidak mengalami perubahan dan sedikit sekali yang mengalami kemunduran. Setelah itu, saya tanyakan impian mereka, apa yang mereka bayangkan untuk masa depan mereka, akan menjadi lebih baik ? Mau tetap berjalan di tempat ? Atau malah mundur ? Untuk yang satu ini semua orang rata – rata pasti menjawab bahwa mereka ingin lebih baik daripada saat ini.
Tetapi yang lucunya, walaupun rata – rata orang menginginkan perubahan kearah yang lebih baik, rata – rata orang yang saya tanyakan hal tersebut diatas tidak dapat menggambarkan atau memberikan penjelasan yang lebih detail tentang arti menjadi lebih baik tersebut. Temans, inilah sebenarnya inti dari masalah kita termasuk saya sendiri dalam hal ini, kadang lupa untuk bisa menentukan arah yang pasti untuk kita tuju. Ini sama saja seperti naik ke dalam mobil lalu mengendarai mobil tersebut tanpa tujuan sampai akhirnya kita kehabisan bahan bakar. Atau … ada juga beberapa orang yang tahu dengan jelas mau menuju kemana tetapi lupa untuk menggambar peta dan akhirnya terjebak pada jalan – jalan setapak yang mereka pikir bisa membawa mereka lebih cepat (mereka pikir adalah jalan pintas) yang pada kenyataannya justru menghambat perjalanan mereka dan yang lebih celaka nya lagi malah membuat mereka tidak bisa mencapai tujuan mereka. Orang – orang tipe ini sebenarnya merupakan orang – orang yang saya bilang mereka hanya "BERMIMPI" untuk bisa berhasil.
Di sisi lain, saya juga bertemu dengan beberapa orang yang DENGAN TEGAS bisa menyebutkan apa yang mereka mau capai, berapa lama hal tersebut dapat mereka capai, dan apa yang akan mereka lakukan jika hal tersebut tidak berhasil mereka dapatkan. Segelintir orang ini biasanya berhasil mendapatkan apa yang mereka mau, kenapa ? Karena mereka TAHU DAN MAU MENGEJAR IMPIAN mereka.
Naaaaahhh … setelah saya berpanjang lebar menjabarkan hal ini, teman – teman pasti sekarang sudah mengerti dong apa bedanya Impian dengan mimpi ? Sekarang pertanyaanya teman – teman mau menjadi yang mana ? Yang mempunyai impian atau yang hanya bermimpi ? sedikit panduan bagi teman – teman dalam mengejar impian. Sebuah impian itu harus :
1. Bisa dihitung (bisa dalam bentuk nominal misalnya : saya mau mempunyai penghasilan sebesar Rp. 10.000.000 per bulan)
2. Mempunyai target berapa lama impian itu harus dapat dicapai (misalnya : saya mau mempunyai rumah senilai 1 M dalam jangka waktu 5 tahun) karena dengan begitu kita bisa menentukan rencana jangka pendeknya.
3. Harus masuk akal, memang tidak ada yang mustahil, tetapi jika kita seorang sarjana ekonomi tetapi memiliki keinginan untuk menjadi seorang penemu di bidang fisika hal itu merupakan yang mustahil bukan ?
4. Jangan pernah lupa dengan hal yang satu ini …. "Menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan" Yakin dan percayalah bahwa Tuhan pasti akan menyertai setiap langkah kita jika kita benar – benar berserah kepadaNya.
5. Fokus pada tujuan, kadang hal – hal kecil ataupun godaan – godaan kecil bisa membuat kita goyah dari tujuan kita.
Semoga apa yang saya tulis ini bisa menjadi berkat bagi teman – teman semua. Dan akhir kata saya mau bilang "Mari kita kejar impian kita bersama – sama dan menjadi orang yang berhasil dibidang yang kita inginkan"
"Nothing is impossible with God"
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Tuesday, May 11, 2010
Fwd: renungan harian online
Ayat bacaan: Mazmur 23:4 ======================
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."
Hari ini istri saya mendapatkan sebuah fakta menarik yang dikirimkan temannya lewat email mengenai burung elang dan lebah. Jika seekor burung elang dikandangkan dalam ukurang sangkar berukuran 2 x 2.5 m, meski atap sangkarnya dibuka, burung elang itu tidak akan bisa terbang. Ternyata burung elang membutuhkan landasan pacu untuk berlari terlebih dahulu sekitar 3 sampai 3.5 m untuk bisa melayang ke angkasa. Di sisi lain, seekor lebah yang terjatuh ke dalam segelas kopi tidak akan bisa kembali terbang pula, karena seekor lebah akan sibuk berputar ke sekeliling gelas sampai mati. Lebah tidak pernah melihat jalan keluar pada bagian atasnya, tetapi hanya akan berusaha mencari jalan keluar lewat pinggiran gelas. Padahal jalan keluar tidak ada di sana, semua jalan tertutup, dan dengan ketidaksadaran lebah untuk melihat jalan keluar di atas, lebah itu pun akan menemui ajalnya. Ini kisah menarik yang seringkali terjadi pada diri kita. Seperti halnya elang dan lebah di atas, kita sering lupa bahwa ada Tuhan di atas segalanya yang sanggup memberikan jawaban, jalan keluar atau pertolongan, tidak peduli seberat apapun masalah yang kita hadapi. Tapi sama seperti lebah di atas, kita seringkali hanya berputar-putar mencari cara untuk melepaskan diri kita dari masalah, terus mengandalkan kekuatan sendiri saja, atau berharap pada manusia lain, bahkan terjerumus ke dalam alternatif-alternatif yang padahal dianggap jahat di mata Tuhan. Dengan kata lain, kita sibuk mencari solusi dengan cara-cara duniawi dan lupa memandang Allah Surgawi kita. Kita sibuk memfokuskan diri kepada masalah lalu lupa kepada Allah yang sanggup menjadi jawaban atas segala keadaan kita hari ini. Yusuf pernah secara langsung mengalami situasi seperti burung elang di atas ketika ia dijerumuskan ke dalam sumur sempit yang gelap oleh saudara-saudara kandungnya sendiri. "Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair." (Kejadian 37:24). Tidak ada catatan bahwa Yusuf berteriak-teriak ketakutan, memohon belas kasih saudara-saudaranya. Tidak ada catatan bahwa Yusuf merasa panik meski tidak ada yang tahu berapa lama ia akan dibiarkan dalam sumur itu. Jika kita berada dalam situasi seperti itu, mungkin kita akan berpikir bahwa itulah akhir dari hidup kita. Mati pelan-pelan tersiksa disana. Tapi tidak bagi Yusuf. Ia masih melihat cahaya terang dari atas. Dan selama ia masih melihat ada "Terang" dari atas, itu artinya pengharapannya belumlah habis. Masih ada Tuhan, di atas sana, yang sanggup melepaskan dirinya. Mungkin bukan saat itu juga, tapi pada waktunya Tuhan pasti mengangkatnya dan membawanya ke dalam keberhasilan-keberhasilan yang gemilang. Saya yakin itu memenuhi pikiran dan hati Yusuf, karenanya ia tidak pernah bersungut-sungut dan mengeluh meski setelah lepas dari sumur ia masih harus mengalami berbagai penderitaan beberapa tahun lamanya. Jika hari ini anda berada dalam lautan masalah dan merasa terus berputar-putar tanpa hasil yang jelas dengan mengandalkan kekuatan anda sendiri, ini saatnya anda mulai melihat ke atas. Pandanglah Tuhan dan serahkan segala beban anda kepadaNya. Percayalah dengan kesungguhan penuh bahwa Tuhan jauh lebih dari sekedar sanggup untuk membantu anda keluar dari masalah. Tuhan selalu ada beserta anak-anakNya, bahkan dalam kegelapan yang tergelap sekalipun. Daud juga merupakan orang yang mengalami banyak pergumulan hidup sejak masa kecilnya. Tapi lihatlah bagaimana keteguhan hatinya untuk percaya kepada penyertaan Tuhan. "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazmur 23:4). Daripada fokus kepada masalah, yang seringkali tidak membawa keuntungan apapun bagi kita malah akan memberatkan langkah kita lebih dan lebih lagi, mengapa tidak melakukan perubahan dengan memandang ke atas dan mengandalkan Tuhan, yang jauh lebih berkuasa dari apapun juga? Tuhan tidak menginginkan kita menjadi burung elang yang terperangkap dalam sangkar sempit dan tidak bisa terbang meski dengan atap terbuka sekalipun. Dengan penyertaannya, kita dijanjikan seperti ini: "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:31). Tuhan pun tidak ingin kita seperti lebah yang terus mencari solusi ke kiri dan kanan, berputar-putar tanpa arah dan tujuan, lalu lupa untuk melihat jalan keluar sebenarnya terbentang di atas kita. Firman Tuhan pun berkata: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17:7). Bagi orang yang mengandalkan Tuhan, "Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (ay 8). Firman yang tepat sama pun hadir lewat Daud. "Berbahagialah orang yang...kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil." (Mazmur 1:1-3). Ketika anda merasa kesulitan dan menderita akibat berbagai masalah yang membebani hidup anda, ingatlah bahwa di atas sana ada Tuhan yang peduli dan mengasihi kita dengan sepenuhnya. Tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk diatasi olehNya. Dan selama kita hidup mengandalkan Tuhan, selama kita berjalan bersamaNya, mengapa kita harus khawatir? Kita bisa belajar dari ketidaksadaran yang dilakukan lebah dan elang di atas agar kita tidak harus berakhir dengan cara yang sama. Solusi selalu ada dalam Tuhan, yang akan selalu menyertai kita dengan kasihNya yang luar biasa meski kita berada dalam lembah kekelaman sekalipun. Ketika sekeliling anda gelap, arahkanlah pandangan pada terang di atas anda You are subscribed to email updates from renungan harian online To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. Email delivery powered by Google Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Apakah anda termasuk orang yang hobi curhat? Jika ya, anda termasuk salah satu dari banyak orang yang tidak suka memendam masalah di dalam hati. Saya pun termasuk orang yang demikian. Ketika ada masalah yang mengganggu pikiran, maka sayapun akan segera membicarakannya dengan orang-orang terdekat, seperti kepada istri saya misalnya, atau sahabat yang bisa saya percaya. Setelah dibicarakan, ada solusi atau tidak biasanya hati akan terasa lebih lapang. Psikolog pun menggunakan cara seperti ini untuk membantu orang-orang yang mengalami gangguan pikiran atau perasaan. Curahan hati dan perasaan biasanya tidak kita tumpahkan kepada semua orang, karena biasanya menyangkut masalah pribadi. Cukuplah orang-orang yang kita percaya dan kenal sangat dekat saja yang mendengar. Jika kita sembarangan bercerita, bukan saja respon yang datang malah bisa melemahkan, atau bisa pula semua yang kita ceritakan akan disebarkan kemana-mana. Bukannya melegakan malah menambah masalah. Kepada orang terdekat pun sebenarnya curhat tidaklah 100% efektif. Bisa jadi mereka tengah sibuk, pikirannya sedang fokus kepada hal lain, atau mereka sedang kecapaian dan sedang tidak mood untuk mendengar keluh kesah kita. Bagaimana pula dengan orang yang tidak mempunyai sahabat dekat? Apakah tidak ada satupun lagi yang bisa diharapkan untuk mendengar keluh kesah kita? 