Friday, January 29, 2010

Kasih Yang Mempersatukan

Sumber bacaan : Kol 3:14-15 dan 17

(14) Dan diatas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (15) Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
(17) Dan Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.



Hmmm … betapa indahnya suatu persekutuan jika dalam segala hal selalu didasarkan dengan kasih dan damai sejahtera Yesus Kristus … Itulah pikiran yang terlintas di pikiran saya pada saat saya membaca ayat ini pada kebaktian hari Minggu di gereja kira-kira dua minggu yang lalu dan sekaligus membuat saya bertanya pada diri sendiri :

1. Apakah saya sudah bisa mengaplikasikan ayat tersebut diatas dalam kehidupan saya sehari hari?
2. Sudahkah saya melakukan segala sesuatunya dalam pengucapan syukur dalam Tuhan ?
3. Apakah saya sudah mengasihi saudara saya dalam kasih dan semangat untuk mempersatukan saudara-saudara saya ?

Saya sangat setuju bahwa sebagai teman kita semua harus bisa saling mengingatkan jika ada yang berbuat kesalahan. Dengan dasar kata “pertemanan” atau “brotherhood” kita pasti ingin agar teman kita (saudara seiman dan tidak seiman yang kita kenal) bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Tapi teman-teman, mari kita bersama sama mencoba merenungkan ayat-ayat tersebut diatas. Kadang kita sebagai manusia melupakan berkat yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Kadang dengan mengatas namakan kasih, secara tidak langsung kita melukai hati orang lain. Kadang dengan mengatas namakan Tuhan kita menghakimi orang lain secara tidak sadar dan kita menjadi “sombong dalam iman” yang pada akhirnya dengan tidak sadar kita malah berubah menjadi seorang “gossiper” yang hanya bisa membicarakan hal – hal yang jelek dari teman kita dan mengindahkan hal – hal baik yang sudah dia lakukan atau tanamkan dalam kehidupan kita.

Teman-Teman, saya percaya dengan kutipan “Action talks louder than words”, melalui tulisan ini saya mencoba untuk mengajak teman-teman semua untuk mulai :

1. Koreksi diri sendiri, (pertanyaan 1 s/d 3 diatas)
2. Aplikasikan ayat – ayat diatas dalam kehidupan kita pribadi terlebih dahulu tanpa berusaha untuk membuat orang mengaplikasikan ayat-ayat tersebut diatas dalam kehidupannya, kenapa ?

“PADA SAAT KITA MEMBIARKAN DIRI KITA BERSINAR (MENJADI TERANG DALAM HIDUP) SECARA TIDAK SADAR KITA MENGIZINKAN ORANG LAIN UNTUK MENJADI TERANG JUGA DALAM KEHIDUPAN MEREKA”


God Bless You