Sebuah gereja di Negara Bagian Wisconsin, Amerika Serikat timur laut,telah memperkenankan umat Islam melaksanakan shalat dua kali sehari.
"Kami merasa berterima kasih kepada gereja itu," kata Ajaz Qhavi,seorang tokoh Islam setempat.
Gereja Presbiterian di Kota Franklin, Wisconsin selatan, itu telahmengijinkan kaum Muslimin setempat melaksanakan shalat sebanyak limahari dalam sepekan, tulis Journal Sentinel, seperti dilaporkan IINA.
Sejak pekan lalu, kaum Muslimin berkumpul di ruagan Sekolah Minggugereja itu untuk melaksanakan shalat Subuh dan Isya.
Pusat Islam Milwaukee membayar biaya sewa untuk menutup pengeluarangereja. Langkah tersebut diambil sehubungan tak adanya mesjid terdekatdi kawasan itu.
Para jemaah biasanya shalat di mana saja, seperti di rumah, di luarrumah, bandara, kata Isa Sadlon, Direktur Eksekutif Pusat Islam Milwaukee.
Namun demikian, banyak umat Islam lebih suka shalat berjamaah dan limaperjalanan per hari ke mesjid sangat membebani pengeluaran mereka, katamereka.
Tempat shalat tersebut, kata Sadlon, memungkinkan mereka untuk memenuhikewajiban mereka dan jaraknya dekat dengan rumah atau tempat kerjamereka. Di Kota Franklin, kini terdapat sekitar 150 keluarga Muslim.
Sebuah terobosan yang luar biasa. Dengan toleransi seperti ini, jika diaplikasikan di berbagai tempat tentu berbagai ketegangan berisu SARAtidak perlu terjadi.
Sumber : *Antara/VM, December 02, 2008
No comments:
Post a Comment