Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network
-----Original Message-----
From: Bung Michel <michel.kotten@gmail.com>
Date: Mon, 27 Apr 2009 18:21:31
To: Fellowship Of Bikers<fellowship-of-bikers@googlegroups.com>
Subject: [FOB] Hal Sorang Pekerja
Shallom Bro n Sis,
May God Bless Us Today
Air Hidup
HAL SEORANG PEKERJA (1)
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan
gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,
Efesus 6:5
Di dunia kerja, keberadaan orang Kristen dengan orang dunia hampir-
hampir setali tiga uang, susah membedakannya dan hampir-hampir tidak
ada perbedaan yang mencolok dalam hal nilai dan etika kerja. Kadang
orang-orang dunia justru lebih baik dibanding anak-anak Tuhan. Para
pekerja Kristen seringkali tidak menunjukkan kualitas sebagai seorang
karyawan yang baik. Ketika berada di gereja, kita seolah-olah
berkomitmen penuh untuk menerapkan nilai-nilai firman Tuhan. Tetapi
saat di tempat kerja, kita bertindak dan menganut cara-cara kerja
duniawi yang sarat dengan kecurangan, rekayasa, kemalasan, serta
menghalalkan segala cara.
Pengaruh dunia ini begitu kuat, sehingga banyak pekerja Kristen yang
malah menjadi batu sandungan dan tidak lagi menjadi berkat bagi orang-
orang di sekitarnya. Firman Tuhan jelas menyatakan, Demikianlah
hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa-mu yang di sorga. (Matius
5:16). Bila kita tidak menjadi teladan dalam hal pekerjaan berarti
kita telah gagal dalam mengemban tugas sebagai terang. Oleh sebab itu
mari kita perhatikan beberapa nilai berkenaan dengan dunia kerja.
Pertama, sebagai seorang pekerja Kristen kita harus memiliki rasa
hormat dan taat kepada siapa pun yang memegang tampuk kepemimpinan,
sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka
saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus
yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, (Efesus 6:5-6).
Secara sederhana ayat ini mengajar kita untuk taat kepada pimpinan di
perusahaan atau kepada majikan kita, sehingga apa pun tugas yang
diberikan akan kita kerjakan tanpa adanya keluh kesah atau gerutu.
Dalam segala hal kita harus menjadi pekerja teladan dan bisa
dibanggakan atasan kita. Namun, haruskah kita menaati pimpinan kita
bila mereka memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang salah,
tidak etis dan bertentangan dengan firman Tuhan? Tidak! Kita harus
dengan tegas menolaknya, meskipun itu membawa konsekuensi. Ada
tertulis, kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
(Kisah 5:29).
HAL SEORANG PEKERJA (2)
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. - Kolose 3:23
Mari belajar dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Ketiganya adalah
pegawai pemerintahan di Babel dan Raja Nebukadnezar adalah tuan atau
majikan mereka. Di Indonesia disebut sebagai pegawai negeri. Semua
perintah raja mereka kerjakan dengan penuh ketaatan, kecuali saat raja
memerintahkan mereka melakukan hal yang bertentangan dengan firman
Tuhan yaitu bersujud dan menyembah patung emas, dengan sangat tegas
mereka menolak, meskipun nyawa menjadi taruhannya. Namun, hendaklah
tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku,
dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel
3:18). Dan karena tidak mau menaati perintah raja, mereka dilemparkan
ke dalam perapian.
Kedua, kita harus menjadi pekerja/karyawan yang tekun dan
bertanggungjawab. Saat bekerja kita harus melakukan pekerjaan dengan
segenap hati, bukan untuk menyenangkan pimpinan/atasan kita, tetapi
perbuatlah itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu,
bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu
sebagai upah. (ayat 23-24a). Bila yang menjadi motivasi kita hanyalah
memperoleh gaji di akhir bulan, yang akan kita tuai hanyalah sebatas
gaji itu. Akibatnya kita mudah mengeluh dan selalu hitung-hitungan
terhadap tugas yang diberikan. Namun bila motivasi kita adalah
menyenangkan Tuhan dan bekerja demi Dia, kita akan melakukan tugas-
tugas dengan penuh semangat dan selalu ingin memberi yang terbaik.
Maka tidak hanya gaji yang akan kita terima, melainkan kepercayaan,
promosi dan berkat-berkat lain yang tidak terpikirkan oleh kita, itu
yang disediakan Tuhan bagi kita. Jadi, Segala sesuatu yang dijumpai
tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak
ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang
mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkotbah 9:10).
Apa pun yang kita lakukan untuk mencari nafkah, kerjakan semuanya itu
sebaik mungkin sehingga Tuhan disenangkan melalui kehidupan kita.
Jangan menjadi pekerja yang mengecewakan pimpinan/atasan kita!
Sudahkah kita menjadi seorang pekerja yang menjadi teladan bagi orang
lain?
==================================================
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Fellowship Of Bikers" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke fellowship-of-bikers@googlegroups.com
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke fellowship-of-bikers+unsubscribe@googlegroups.com
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/fellowship-of-bikers?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment